![]() |
| (Doc. Humas UB) Peneliti UB tanda tangan kontrak pendanaan Bestari Saintek 2026 di Jakarta |
Program Bestari Saintek merupakan skema strategis pemerintah untuk mendorong penelitian yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Hasil riset dalam program ini diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi solusi aplikatif.
Program ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pada tahun 2026, sebanyak 122 tim peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan.
UB menjadi salah satu perguruan tinggi yang berhasil menempatkan enam tim penelitinya dalam program kompetitif tersebut.
Penandatanganan kontrak dilaksanakan dalam rangkaian Kick-Off Program Bestari Saintek pada Selasa-Rabu (28–29/4/26) di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, UB diwakili Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Prof. Luchman Hakim, didampingi Kasubdit Pengabdian Kepada Masyarakat DRPM, Yusron, Ph.D.
Para ketua tim peneliti UB juga hadir untuk mengikuti sesi pembekalan serta persiapan implementasi program.
Enam peneliti UB penerima hibah tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Susinggih Wijana, S.U. (FTP), Prof. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, M.S. (FP), Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, M.P. (FTP), Prof. Kiki Fibrianto, STP., M.Phil., Ph.D. (FTP), Mokhamad Nur, STP., M.Sc., Ph.D. (FTP), dan Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, S.Pi., M.Sc., M.P. (FPIK).
Prof. Luchman Hakim mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kapasitas peneliti UB semakin kompetitif dalam skema pendanaan nasional.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa peneliti UB memiliki daya saing yang kuat. Kami berharap seluruh tim mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberi manfaat luas,” ujarnya.
(ist/red)
