zmedia

Ketua Baru IAA Malang Raya Dorong Perbaikan Sistem Komunikasi Organisasi

(Doc. Hariancendekia.com) Amrozi sampaikan pentingnya perbaikan komunikasi organisasi alumni IAA Malang Raya
Kota Malang, Hariancendekia.com - Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Malang Raya yang baru terpilih, Amrozi, menegaskan pentingnya perbaikan sistem komunikasi organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan solidaritas alumni.

Hal itu disampaikan usai dirinya terpilih dalam forum musyawarah, dengan menekankan perlunya komunikasi yang terstruktur, terbuka, dan selaras di seluruh lini organisasi.

Menurutnya, komunikasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan organisasi. Tanpa sistem komunikasi yang baik, berbagai program kerja dan visi organisasi dinilai sulit berjalan optimal.

“Perlu perbaikan komunikasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan intensitas interaksi, tetapi juga mencakup kualitas penyampaian pesan, keterbukaan, serta keselarasan pemahaman antar anggota,” ujar Amrozi, saat di hubungi, Senin (2704/2026).

Ia menekankan, penguatan komunikasi harus dibangun dalam tiga arah utama, yakni komunikasi ke atas, ke bawah, dan ke samping. Menurutnya, ketiga pola ini menjadi kunci dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan solid.

"Komunikasi ke atas berfungsi sebagai ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, hingga kritik konstruktif kepada pimpinan. Dengan pola ini, organisasi diharapkan mampu merespons dinamika kebutuhan anggota secara lebih cepat dan tepat," bebernya.

Sementara itu, komunikasi ke bawah menjadi sarana penyampaian kebijakan, arahan, serta visi organisasi agar dapat dipahami dan dijalankan secara kolektif oleh seluruh anggota.

"Adapun komunikasi horizontal dinilai penting dalam memperkuat koordinasi dan solidaritas antar anggota. Pola ini mendorong terciptanya sinergi serta kerja sama yang harmonis di lingkungan organisasi," tambahnya
Selain komunikasi formal, Amrozi juga menekankan pentingnya membangun ruang kebersamaan yang inklusif. Ia menyebut, organisasi harus menjadi “rumah” yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menghadirkan lingkungan sosial yang nyaman dan merangkul seluruh anggota.

“Namun demikian, seluruh upaya tersebut harus tetap berakar pada nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi identitas utama IAA. Nilai-nilai seperti ukhuwah, tawadhu’, amanah, dan keikhlasan perlu diinternalisasikan dalam setiap pola komunikasi dan interaksi,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi antara sistem komunikasi yang baik dan nilai-nilai pesantren akan menghasilkan organisasi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kultural.

“Pada akhirnya, perbaikan komunikasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan akan melahirkan organisasi yang solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inilah fondasi membangun IAA sebagai rumah bersama yang hidup dan berkembang,” kata Amrozi menutup pernyataannya.

(zal/red)
-Advertisement-iklan