![]() |
| (Doc. Istimewa) Para pemain dan tim produksi film Dosa, Penebusan atau Pengampunan |
Menjelang penayangannya, gala premiere digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026), dengan dihadiri para pemain dan kru produksi. Film ini dibintangi sejumlah nama populer seperti Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, Ratu Sofya, dan Dede.
Debut Besar di Dunia Film Layar Lebar
Di balik proyek ini, ada cerita menarik dari Irish Bella dan Reza Aditya. Keduanya mengambil peran sebagai produser dan harus menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan saat berada di depan kamera.
Bagi Irish Bella, pengalaman ini membuka pemahaman baru tentang kompleksitas industri film. Ia tidak hanya melihat proses syuting, tetapi juga terlibat dalam berbagai keputusan penting sejak tahap perencanaan hingga pascaproduksi.
Sementara itu, Reza Aditya menyebut film ini menjadi langkah besar bagi HAS Pictures dan HAS Creative yang sebelumnya lebih dikenal melalui konten digital dan podcast. Optimisme pun tinggi karena genre horor masih menjadi salah satu tontonan favorit masyarakat Indonesia.
Bangun Hotel Sendiri Demi Menjaga Visi Cerita
Salah satu fakta menarik dari produksi film ini adalah keputusan tim untuk membangun set hotel secara mandiri.
Awalnya, lokasi hotel yang dianggap ideal sudah ditemukan di Malang. Namun rencana tersebut batal karena pengelola tidak ingin bangunannya dikaitkan dengan citra film horor.
Alih-alih mengubah konsep cerita, sutradara Sondang Pratama dan tim memilih membangun hotel tua versi mereka sendiri di dalam studio. Bahkan dua studio disewa sekaligus demi menghadirkan atmosfer yang sesuai dengan kebutuhan cerita.
Langkah ini menunjukkan tren baru dalam industri film Indonesia, di mana kualitas produksi semakin diperhatikan untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih kuat.
Teror yang Berasal dari Masa Lalu
Film ini mengikuti perjalanan Bima dan Ersya, pasangan suami istri yang mengalami kecelakaan saat bepergian ke luar kota.
Dalam kondisi terluka, mereka berlindung di sebuah hotel tua terpencil yang menyimpan banyak misteri. Namun tempat yang seharusnya menjadi perlindungan justru berubah menjadi sumber teror yang mengaburkan batas antara kenyataan dan mimpi buruk.
Menurut Revaldo, kekuatan utama film ini bukan sekadar pada sosok-sosok menyeramkan yang muncul. Ceritanya juga mengajak penonton merenungkan kesalahan, penyesalan, dan konsekuensi dari masa lalu yang belum selesai.
Dengan kombinasi horor psikologis, misteri, dan pesan reflektif tentang dosa serta pengampunan, Dosa, Penebusan atau Pengampunan berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling diperbincangkan sepanjang Juni 2026.
(zal/red)
