Harian Cendekia

Mahasiswa FEB UNAIR Raih Juara 1 National Islamic Economic Olympiad 2026 Lewat Inovasi Ekonomi Syariah

(Doc. Istimewa) Tim SCIENCE JUARA dari Program Studi Ekonomi Islam FEB UNAIR berhasil meraih Juara 1 National Islamic Economic Olympiad 2026 dalam ajang Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) di Depok
Hariancendekia.com | Prestasi nasional kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga. Tim SCIENCE JUARA dari Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR berhasil meraih Juara 1 pada National Islamic Economic Olympiad 2026 yang menjadi bagian dari Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT). Kompetisi tersebut berlangsung di Depok pada Jumat-Sabtu (10-11/7/2026) dengan mengangkat tema The Role of Islamic Economics in Strengthening Economic Resilience Amidst Global Uncertainty.

Tim SCIENCE JUARA beranggotakan Ririn Rismayanti (2024), Siti Salmah MR (2025), dan Irru Lailatus Saffa (2025). Dalam kompetisi tersebut, mereka bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan policy brief, kuis cepat, presentasi policy brief, hingga case study.

Pada tahap policy brief, tim mengusung inovasi bertajuk RAKSA (Risk-Sharing Acceleration and Automated Credit Scoring Architecture) sebagai solusi untuk mendorong optimalisasi pembiayaan syariah berbasis bagi hasil.

“Ini merupakan kerangka kebijakan terintegrasi untuk menangani dominasi pembiayaan murabahah sehingga implementasi akad berbasis risk sharing dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, adanya RAKSA mampu mempercepat pembiayaan berbasis bagi hasil dengan sistem automated credit scoring berbasis teknologi,” ujar Ririn dalam keterangan resminya.

Sementara itu, pada tahap case study, tim menghadirkan gagasan REFORM (Model Reformasi Tata Kelola Zakat Produktif sebagai Instrumen Penguatan Resiliensi Ekonomi Nasional Berbasis Maqashid Syariah). Konsep tersebut menawarkan penguatan pengelolaan zakat produktif melalui integrasi penyaluran modal usaha, pendampingan bisnis, peningkatan literasi keuangan syariah, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Melalui pendekatan ini, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik, memperkuat UMKM, serta menciptakan ketahanan ekonomi umat secara berkelanjutan,” kata Ririn.

Ririn mengungkapkan, perjalanan tim menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Salah satu tantangan terbesar muncul ketika panitia memberikan case study pada tengah malam, sementara presentasi dijadwalkan keesokan paginya.

“Kami diberikan study case pada tengah malam yang menyebabkan kami harus begadang sampai pagi untuk mempersiapkan presentasi yang diadakan tepat keesokan paginya,” ujarnya.

Melalui capaian tersebut, tim berharap gagasan yang mereka susun tidak berhenti di ruang kompetisi, tetapi dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengembangkan kebijakan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kami juga berharap ide ini dapat tersampaikan dengan baik serta berdampak besar untuk kemajuan ekonomi syariah di masa yang akan mendatang,” tutur Ririn.

Ririn juga mengajak mahasiswa untuk terus berani mencoba dan mengembangkan potensi diri. “Kita harus memiliki rasa percaya diri kepada diri sendiri serta kebaikan dari Tuhan yang pasti akan datang. Jangan takut untuk mencoba, berkembang, serta berprestasi,” pesannya.

(adv)
-Advertisement-