![]() |
| Lalu Azra Ainul Islam, pebisnis muda asal Praya Barat, Foto. Istimewa |
Hariancendekia.com | Lalu Azra Ainul Islam dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus kader muda Partai Golkar di Kecamatan Praya Barat. Berawal dari berjualan baju bekas atau thrifting, kini ia mengembangkan usaha di sejumlah sektor dan mempekerjakan lebih dari 20 orang.
Perjalanan bisnis Lalu Azra tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengalami kejatuhan usaha karena rendahnya minat konsumen.
Kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Azra kembali membangun bisnis dari sektor jasa cuci mobil atau carwash.
Dari usaha tersebut, kiprahnya perlahan berkembang ke berbagai bidang. Salah satunya jasa penyediaan alat panen pertanian modern yang kini mulai dikembangkan.
Bagi Azra, bisnis tidak semata-mata soal mengejar keuntungan. Ia ingin usaha yang dibangun juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi.
Prinsip itu terlihat dari jumlah pekerja yang kini terlibat dalam sejumlah bisnisnya. Azra disebut telah mempekerjakan sekitar 20 orang lebih.
Meski memiliki privilege karena berasal dari keluarga dengan latar belakang publik, Azra memilih membangun usahanya secara mandiri. Ia tidak ingin keberadaan orang tua yang dikenal sebagai pejabat publik menjadi tumpuan utama dalam menjalankan bisnis.
Dalam perjalanan tersebut, keluarga menjadi sumber motivasinya. Istri dan putri kecilnya disebut menjadi penopang sekaligus penyemangat Azra untuk terus mengembangkan usaha.
Di luar dunia bisnis, Azra mulai mengikuti jejak sang ayah di bidang politik. Ia terlibat dalam organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar dan mulai dikenal sebagai salah satu bibit muda partai di Kecamatan Praya Barat.
Namun, Azra memberikan catatan bagi anak muda yang ingin terjun ke politik. Menurut dia, kondisi ekonomi perlu dipersiapkan agar politik tidak berubah menjadi sekadar ladang mencari keuntungan.
Baginya, keterbatasan ekonomi ketika terjun ke politik berisiko membuat seseorang menjadikan politik sebagai bisnis. Kondisi itu dinilai dapat menggeser orientasi politik dari memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama rakyat kecil. (Adv)
