![]() |
| Ilustrasi buah pir dan apel, Foto. Istimewa |
Hariancendekia.com | Pir dan apel sama-sama rendah kalori, kaya air, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Namun, keduanya memiliki keunggulan nutrisi yang berbeda sehingga tidak tepat jika salah satunya disebut mutlak lebih sehat.
Dari sisi kalori, perbedaan keduanya relatif tipis. Satu apel ukuran sedang mengandung sekitar 95 kalori dan 25 gram karbohidrat, sedangkan pir sekitar 101 kalori dan 27 gram karbohidrat.
Perbedaan lebih terlihat pada kandungan serat. Pir memiliki sekitar 6 gram serat per buah ukuran sedang, sementara apel sekitar 4 gram.
Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan, membuat kenyang lebih lama, serta mendukung keteraturan buang air besar. Pir juga mengandung kombinasi serat larut dan tidak larut yang mendukung fungsi saluran cerna.
Apel memiliki keunggulan pada pektin, yakni serat larut yang dikaitkan dengan pengelolaan kadar kolesterol. Buah ini juga mengandung quercetin, senyawa antioksidan yang banyak terdapat pada kulit dan dikaitkan dengan sifat antiradang serta kesehatan jantung.
Dari sisi vitamin C, apel sedikit lebih unggul. Satu apel sedang mengandung sekitar 8 miligram vitamin C, sedangkan pir sekitar 7 miligram.
Sebaliknya, pir cenderung lebih tinggi vitamin K, folat, kalium, dan tembaga. Apel memiliki keunggulan pada vitamin A dan beta-karoten.
Keduanya juga mengandung air sekitar 84–85 persen. Gula yang terdapat di dalamnya merupakan gula alami yang dikonsumsi bersama serat, berbeda dengan gula tambahan dalam makanan dan minuman olahan.
Karena itu, tidak perlu mempertentangkan pir dan apel. Mengonsumsi keduanya secara bergantian justru dapat membantu memperoleh variasi nutrisi. (Red)
