![]() |
| (Doc. Unair) Alvira Nur Azizah, maba termuda Unair, diterima Farmasi usia muda |
Alvira mengaku memilih program studi Farmasi karena ingin melanjutkan bidang keilmuan yang telah dipelajari sejak di bangku SMK. Ia merupakan lulusan jurusan Farmasi Industri dan menargetkan pendidikan tinggi di kampus impiannya.
“Saya memilih Farmasi karena ingin melanjutkan ilmu dari SMK jurusan Farmasi Industri. Unair adalah salah satu kampus dengan jurusan farmasi terbaik di Indonesia dan kampus impian saya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (6/4/2026).
Keberhasilan Alvira menembus SNBP di usia muda tidak melalui jalur akselerasi seperti kebanyakan mahasiswa lain. Ia justru memulai pendidikan formal lebih awal dari usia pada umumnya.
Ia bercerita, sejak taman kanak-kanak, dirinya sudah menunjukkan kemampuan belajar yang dinilai cukup matang. Saat mendaftar ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), pihak sekolah sempat mempertimbangkan untuk mengulang kelas di jenjang tertentu.
“Kepala sekolah menerima dengan pertimbangan akan diulang kembali entah kelas 4 atau 5. Tapi sampai mau kelulusan, saya tidak diminta untuk mengulang seperti yang dipertimbangkan di awal,” ungkapnya.
Dalam keseharian, Alvira dikenal disiplin dalam mengatur waktu belajar. Ia memiliki jadwal rutin yang konsisten untuk menjaga kualitas pemahaman materi.
Setelah pulang sekolah, ia beristirahat sejenak sebelum kembali belajar usai salat Maghrib hingga pukul 20.00. Selain itu, ia juga memanfaatkan waktu sebelum tidur dan setelah bangun pagi untuk mengulang pelajaran.
“Tips belajar dari saya adalah mengambil poin-poin penting dari materi, lalu pelajari dan hafalkan. Waktu paling gampang menerima pelajaran itu malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun,” tuturnya.
Alvira menegaskan bahwa kedisiplinan dan konsistensi menjadi kunci keberhasilannya. Ia juga memiliki motivasi kuat sebagai anak tunggal untuk meraih kesuksesan.
“Motto yang saya tanamkan pada diri saya adalah harus berjuang sampai sukses karena saya anak tunggal. Harapan orang tua satu-satunya yang bisa mereka banggakan,” tegasnya.
Meski menjadi mahasiswa termuda di kelasnya nanti, Alvira mengaku sempat merasa gugup menghadapi dunia perkuliahan. Namun, ia tetap optimistis dapat beradaptasi dengan lingkungan baru di Unair.
Di akhir wawancara, ia juga menyampaikan pesan kepada peserta yang belum lolos SNBP 2026 agar tetap semangat dan tidak menyerah.
“Teruntuk teman-teman yang sedang berjuang, tetaplah semangat belajar dan jangan menyerah mengejar impian. Jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan,” pungkasnya.
(zal/red)
