zmedia

Alumni Terbuang, Aturan Menghilang: Ada Apa di Balik Seleksi Dosen Fapet UNISMA?

(Doc. Unisma) Gedung Universitas Islam Malang
Malang, Hariancendekia.com - Proses seleksi terbuka atau open rekrutmen calon dosen baru di Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Proses tersebut dinilai belum berjalan secara transparan, terutama terkait perubahan klasifikasi bidang keilmuan dan hasil seleksi administrasi. 

Polemik bermula saat pihak fakultas membuka pendaftaran calon dosen pada 27 April 2026 untuk tiga bidang keilmuan, yakni Teknologi Hasil Ternak, Teknologi Hasil Ternak Daging, dan Agribisnis Veteriner. Sejumlah mahasiswa menilai klasifikasi tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan prioritas akademik di lingkungan fakultas. 

Menanggapi hal itu, beberapa elemen mahasiswa melalui Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fapet UNISMA menggelar audiensi bersama jajaran dekanat pada 2 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait evaluasi kebutuhan formasi dosen dan meminta adanya penyesuaian bidang keilmuan yang dibuka dalam proses rekrutmen. 

Dekan Fakultas Peternakan UNISMA, Dr. drh. Nurul Humaidah, M.Kes, dalam audiensi tersebut menyatakan pihak fakultas akan mengusulkan revisi klasifikasi formasi dosen kepada pimpinan universitas.

“Kami akan mengajukan revisi kepada pimpinan pusat tentang klasifikasi calon dosen yang tidak sesuai bidang keilmuannya agar kemudian disesuaikan dengan kebutuhan fakultas,” ujarnya.

Salah seorang peserta audiensi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan mahasiswa sebenarnya hanya menginginkan keterbukaan dalam proses rekrutmen.

“Kami tidak mempermasalahkan adanya rekrutmen dosen baru. Yang kami harapkan hanya transparansi dan penjelasan yang jelas terkait kebutuhan formasi serta mekanisme seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, kesepahaman mengenai rencana peninjauan ulang klasifikasi bidang ilmu yang dibutuhkan fakultas.

"Hingga proses seleksi administrasi diumumkan, belum terdapat informasi resmi mengenai perubahan atau revisi formasi yang sebelumnya diumumkan kepada publik," tambahnya.

Selain itu, hasil seleksi administrasi tahap pertama yang diumumkan pada 11 Mei 2026 juga memunculkan pertanyaan di kalangan pendaftar. Beberapa peserta yang merasa telah memenuhi persyaratan administrasi dinyatakan tidak lolos tanpa penjelasan rinci terkait indikator penilaian yang digunakan.

Sorotan lain juga muncul terkait minimnya alumni internal Fapet Unisma yang dinyatakan lolos pada tahap administrasi. Ia menilai alumni yang memiliki latar belakang akademik dari kampus sendiri seharusnya tetap memperoleh ruang kompetisi yang adil dalam proses seleksi. 

“Bukan soal harus mengutamakan alumni internal, tetapi prosesnya perlu terbuka dan semua peserta mendapatkan perlakuan yang setara,” ujar narasumber lain dari unsur mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi lanjutan dari pihak Dekanat Fapet Unisma maupun panitia seleksi terkait tindak lanjut revisi klasifikasi formasi dan mekanisme penilaian seleksi administrasi.

(rin/red)
-Advertisement-iklan
-Advertisement-iklan