![]() |
| (Doc. Istimewa) Ilustrasi pelari |
Apa Itu Serat Otot?
Serat otot manusia umumnya diklasifikasikan berdasarkan isoform rantai berat miosin (MHC) yang dicirikan oleh kecepatan kontraksi lambat hingga cepat. Serat tipe I, atau serat kontraksi lambat, banyak ditemukan pada atlet ketahanan elit, seperti pelari jarak jauh dan pesepeda.
Sebaliknya, serat kontraksi cepat IIa dan IIx banyak ditemukan pada atlet kekuatan elit, seperti atlet angkat besi dan pelari cepat
Serat otot sendiri merupakan sel-sel kecil penyusun otot yang memungkinkan tubuh bergerak. Saat kita berjalan, mengangkat beban, berlari, hingga sekadar berkedip, jutaan serat otot bekerja secara bersamaan.
Di dalam otot besar terdapat kumpulan serat yang saling terhubung dan membentuk sistem gerak yang sangat kompleks. Otot tersusun dari beberapa bagian, mulai dari otot utama, fasikulus, serat otot, hingga myofibril yang bekerja bersama menghasilkan kekuatan gerakan tubuh.
Mengenal Otot Slow Twitch (Tipe I)
Otot slow twitch atau tipe I dikenal sebagai otot dengan daya tahan tinggi. Serat ini bekerja lebih lambat, tetapi mampu bertahan dalam waktu lama tanpa mudah lelah. Slow twitch memiliki banyak suplai darah dan oksigen sehingga sering disebut sebagai “otot merah”. Cara kerjanya mirip mesin diesel: tidak terlalu cepat, tetapi efisien dan tahan lama untuk aktivitas jangka panjang.
Jenis otot ini sangat dominan digunakan pada aktivitas berdurasi panjang seperti lari maraton, bersepeda jarak jauh, berenang, atau aktivitas harian yang membutuhkan postur stabil dalam waktu lama. Atlet olahraga endurance umumnya memiliki persentase slow twitch lebih tinggi karena tubuh mereka membutuhkan efisiensi energi dan ketahanan maksimal.
Mengenal Otot Fast Twitch (Tipe II)
Sebaliknya, otot fast twitch atau tipe II berfungsi untuk menghasilkan gerakan cepat dan eksplosif. Serat ini mampu menghasilkan tenaga besar dalam waktu singkat, tetapi lebih cepat mengalami kelelahan. Fast twitch menggunakan cadangan energi berupa glikogen tanpa terlalu bergantung pada oksigen. Ibarat mobil balap, tenaganya sangat besar, namun konsumsi energinya juga lebih boros.
Perbedaan Fast Twitch Tipe IIx dan IIa
Fast twitch terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe IIx dan tipe IIa. Tipe IIx merupakan serat paling eksplosif dan sangat penting dalam olahraga seperti sprint 100 meter atau angkat beban maksimal. Sementara tipe IIa memiliki kombinasi kekuatan dan daya tahan yang lebih seimbang sehingga banyak digunakan dalam olahraga seperti sepak bola, basket, dan bulu tangkis yang membutuhkan gerakan cepat berulang kali. Perbedaan dominasi kedua jenis otot inilah yang membuat karakter fisik atlet menjadi berbeda. Pelari maraton elite bahkan bisa memiliki hingga 80% serat slow twitch pada otot kakinya. Sebaliknya, sprinter kelas dunia memiliki dominasi fast twitch yang sangat tinggi sehingga mampu menghasilkan ledakan tenaga luar biasa.
Lalu, apakah komposisi otot sepenuhnya ditentukan oleh genetik? Jawabannya tidak sepenuhnya. Sekitar 45% dipengaruhi faktor keturunan, sedangkan sisanya dapat dibentuk melalui latihan dan lingkungan. Artinya, setiap orang memang memiliki “modal bawaan”, tetapi latihan yang tepat tetap dapat meningkatkan kemampuan otot secara signifikan.
Otot Bisa Beradaptasi dengan Latihan
Latihan daya tahan seperti jogging atau bersepeda dapat membuat otot menjadi lebih efisien menggunakan oksigen dan memperkuat karakter slow twitch. Sebaliknya, latihan kekuatan seperti sprint, plyometric, dan angkat beban akan meningkatkan kemampuan fast twitch agar lebih kuat dan eksplosif. Menariknya, tubuh juga mampu beradaptasi. Serat fast twitch tipe IIx yang sangat cepat lelah dapat berubah menjadi tipe IIa yang lebih seimbang jika dilatih secara rutin.
Pada akhirnya, tidak ada jenis otot yang lebih baik dibanding yang lain. Slow twitch dan fast twitch sama-sama penting sesuai fungsi dan tujuan olahraga masing-masing. Kunci utamanya adalah memahami karakter tubuh sendiri, lalu menyesuaikan latihan dengan target yang ingin dicapai. Dengan latihan yang tepat, tubuh dapat berkembang menjadi “mesin” terbaik untuk mendukung performa olahraga secara maksimal. (*)
Referensi
Perspectives, S. (2021). Muscle Fiber Type Transitions with Exercise Training : Shifting Perspectives. 1–11.
_________
*) Penulis: Luis Eliza Ginting, Mahasiswa Universitas Negeri Malang.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
