![]() |
| (Doc. Istimewa) PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau Fore Coffee |
Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang signifikan, terutama dari segmen minuman, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan di Jakarta, Senin 20 April 2026.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Fore Kopi tercatat sebesar Rp9,43 miliar atau setara Rp1,06 per saham. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan I 2025 yang sebesar Rp5,87 miliar atau Rp0,84 per saham.
Kinerja tersebut sejalan dengan lonjakan penjualan bersih perseroan yang tumbuh 52,37 persen menjadi Rp444,45 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan tercatat sebesar Rp291,68 miliar.
Kontribusi terbesar terhadap penjualan berasal dari segmen minuman yang mencapai Rp461,09 miliar pada Januari hingga Maret 2026. Angka ini meningkat sekitar 52 persen dibandingkan Rp303,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain minuman, penjualan dari segmen makanan turut menyumbang Rp56,82 miliar. Sementara itu, pendapatan dari kategori lainnya tercatat sekitar Rp1,9 miliar.
Seiring dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 54,34 persen menjadi Rp170,73 miliar. Pada triwulan I 2025, beban tersebut tercatat sebesar Rp110,64 miliar.
Meski beban meningkat, laba kotor perseroan tetap tumbuh 51,16 persen menjadi Rp273,67 miliar. Sebelumnya, laba kotor Fore Kopi berada di angka Rp181,03 miliar.
Di sisi lain, beban operasional juga mengalami peningkatan sebesar 49,99 persen. Beban ini naik dari Rp171,61 miliar pada triwulan I 2025 menjadi sekitar Rp257,41 miliar pada triwulan I 2026.
Namun demikian, efisiensi dan pertumbuhan pendapatan mendorong laba operasi perseroan melonjak 72,49 persen menjadi Rp16,26 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba operasi tercatat sebesar Rp9,42 miliar.
Kinerja ini mencerminkan ekspansi bisnis dan peningkatan permintaan pasar terhadap produk Fore Kopi, khususnya pada segmen minuman yang menjadi kontributor utama pendapatan.
(adv)
