![]() |
| (Doc. Istimewa) Kebersamaan silaturahmi dan belajar bahasa Inggris di rumah Fadia |
Inisiatif pertemuan ini bermula dari Ari yang ingin bersilaturahmi ke rumah Fadia, atau yang akrab disapa Fafa. Namun, rencana tersebut sempat mengalami penyesuaian karena pertimbangan lingkungan sosial di sekitar rumah Fadia.
“Jangan datang sendiri Ari, ajak siapa gitu, takut nanti dikira orang spesial gitu, aku enggak enak,” ujar Fafa kepada Ari, mengingat suasana lingkungan yang cukup religius.
Menindaklanjuti hal itu, Fafa kemudian mengajak sejumlah teman dekatnya agar suasana lebih cair dan terbuka. Ia juga mengundang anggota komunitas English Learners Club (ELC) beserta para penasihatnya.
Pertemuan tersebut semakin menarik ketika dua penasihat ELC, Bapak Kiem dan Ibu Mira, yang memiliki latar belakang Korea-Amerika, turut menghadirkan tamu dari luar negeri. Marissa, seorang perawat asal Swiss, ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Marissa mengubah dinamika acara. Dari yang semula hanya silaturahmi, pertemuan itu berkembang menjadi sesi interaksi dan pembelajaran bahasa Inggris secara langsung.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Hal ini menciptakan suasana belajar yang natural dan interaktif.
“Awalnya cuma mau silaturahmi, tapi akhirnya jadi belajar bareng juga. Semua ngobrol pakai bahasa Inggris sampai selesai,” kata salah satu peserta.
Selain kegiatan belajar, suasana keakraban juga terasa melalui jamuan yang disiapkan tuan rumah. Berbagai hidangan khas disajikan kepada para tamu.
Menariknya, Marissa yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia mengaku menikmati makanan yang disajikan. Ia bahkan beberapa kali menambah porsi.
Kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Silaturahmi yang awalnya sederhana berkembang menjadi pengalaman lintas budaya yang memperkaya wawasan.
“Seru dan menyenangkan. Tidak cuma kumpul, tapi juga dapat pengalaman baru,” ujar peserta lainnya.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang produktif dan inklusif.
(Adv)
