Harian Cendekia

Membedah Visi Generasi Unggul dan Global Berotak Jerman, Berhati Mekkah di MTs Khadijah Bersama Dr. Gamal Albinsaid

Dr. Gamal Albinsaid saat menyampaikan materi Seminar Parenting Inspiratif di MTs Khadijah Malang, Foto. Pewarta
Hariancendekia.com | Suasana di aula MTs Khadijah terasa berbeda. Ratusan siswa antusias menyimak setiap kata yang disampaikan dari panggung utama. Para orang tua dan pendidik turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut dengan saksama. Hari itu, MTs Khadijah tidak sekadar menjadi tempat belajar formal, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan gagasan dan semangat perubahan.

Menghadirkan tokoh inspiratif Dr. Gamal Albinsaid, madrasah ini menggelar Seminar Parenting Inspiratif untuk merumuskan satu visi besar: mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah, berintelek global, dan siap menjadi agen perubahan. Melalui pendekatan yang jenaka, membumi, dan sarat pemikiran kelas dunia, Dr. Gamal mengajak para pelajar dan orang tua keluar dari zona nyaman. Berikut sari pati gagasan yang disampaikan dalam seminar tersebut.

1. Arsitektur Mental Pelajar: Ikigai dan Seni Menaklukkan Tantangan

Bagi siswa-siswi MTs Khadijah yang tengah berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, Dr. Gamal menawarkan fondasi penting: posesif dan ikigai adalah alasan kuat mengapa seseorang harus bangun setiap pagi untuk berkarya. Ia mengingatkan para pelajar bahwa kesedihan atau kegagalan (sorrow) merupakan bagian dari perjalanan. Alih-alih meratap, mereka diajak menerapkan prinsip tiny changes, remarkable results.

"Mengubah bumi menjadi lautan, lautan itulah pasukan yang menopang 70 kapal untuk menaklukkan Konstantinopel," pekiknya. Pesan tersebut menekankan bahwa akumulasi langkah-langkah kecil dapat melahirkan sejarah besar.

Kepada generasi muda, ia menanamkan growth mindset: "Success is going from failure to failure." Kegagalan di bangku sekolah atau dalam kompetisi bukanlah akhir. Para pelajar diajak menikmati setiap tantangan karena di sanalah mental orang tangguh dibentuk.
Dr. Gamal Albinsaid bersama perwakilan mahasiswa PPL Unisma, Foto. Pewarta
Ia juga menyuntikkan keberanian melalui keteguhan prinsip, "I don't care what people say. In my mind, I'm the best." Di era modern, menurutnya, bukan sekadar kerja keras yang dibutuhkan para siswa, melainkan bekerja lebih keras. "Jangan sibuk kritik apa yang orang lain lakukan, do for it now," tegasnya.

2. Kecerdasan Multidimensi: Dari Meja Kelas ke Arena Kehidupan

Di lingkungan madrasah, wajar jika siswa kerap terbebani target angka. Namun, Dr. Gamal memberikan perspektif bahwa nilai ujian bukanlah satu-satunya acuan kesuksesan. Seorang pelajar yang visioner pada akhirnya mampu meraih prestasi tinggi, meski nilainya sempat anjlok karena motivasi yang sedang surut.

Kesuksesan sejati, menurutnya, merupakan perpaduan antara book smart dan street smart. Para siswa MTs Khadijah juga dituntut memiliki kecakapan diplomasi. "Kamu harus tahu membicarakan apa kepada siapa agar bisa mendapatkan apa."

Selain itu, kecerdasan harus dibarengi kecepatan eksekusi dan kebermanfaatan. Ia memaparkan analogi yang membuat seisi aula tertegun: "Siput butuh 72 jam untuk mencapai 400 meter, mobil F1 hanya butuh 9 detik."
Siswa MTs Khadijah menyimak materi Seminar Parenting Inspiratif, Foto. Pewarta
Momentum tidak datang dua kali. Selagi ada peluang mengetuk pintu, generasi muda harus segera berlari membukanya. Sebab, pada akhirnya, masyarakat tidak hanya melihat seberapa pintar atau hebat seseorang, tetapi juga seberapa besar kehadirannya memberikan manfaat bagi orang lain.

Kisah masa kecil Thomas Edison, penemu lampu yang sempat dicap "tidak bisa" oleh sekolahnya tetapi kemudian berhasil menerangi dunia, menjadi narasi penutup yang menyuntikkan optimisme kepada para siswa bahwa tidak ada anak yang terlahir gagal.

3. Sinergi Parenting: Falsafah Habibie di Jantung Madrasah

Bagian paling emosional dari seminar ini menyoroti peran orang tua. Di hadapan wali murid MTs Khadijah, Dr. Gamal menegaskan bahwa orang tua yang hebat bukanlah mereka yang sempurna, melainkan mereka yang saling mengusahakan satu sama lain.

Ia mencontohkan bagaimana kehidupan dua pegawai biasa dapat melahirkan anak yang mampu menjejakkan kaki di 30 negara karena dukungan tanpa henti. Sinergi antara sekolah dan rumah tersebut bermuara pada satu cita-cita luhur yang sangat relevan dengan napas MTs Khadijah, dengan meminjam falsafah Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie: "Otak saya Jerman, hati saya Mekkah."

Sains tingkat dunia harus dikendalikan oleh ketakwaan spiritual. Kapasitas ini juga berlaku bagi siswi perempuan.

Mengutip Ibu Ainun Habibie, "Aku adalah lulusan terbaik ketika di SMA, makanya aku bisa mendampingi Habibie sebagai orang yang bermanfaat bagi bangsa." Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kecerdasan perempuan merupakan pilar utama kemajuan sebuah bangsa.

4. Hal Kecil yang Mengubah Segalanya: Manajemen Tubuh

Tidak hanya berbicara pada tataran makro, seminar ini juga membekali siswa dengan manajemen diri yang paling dasar, yakni pola makan. Untuk menjaga stamina belajar ratusan siswa yang padat dengan aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler, Dr. Gamal membagikan siasat sehat yang praktis.

"Kalau makan, makan dulu lauknya, sayurnya, baru nasinya. Karena mending gula dan karbohidrat itu terakhir," pesannya, yang disambut anggukan para siswa dan orang tua.

Seminar di MTs Khadijah tersebut berhasil menjembatani ruang pikir antara pelajar dan orang tua. Sebagai penutup yang mencairkan suasana setelah berjam-jam mengikuti rangkaian kegiatan, Dr. Gamal melempar senyum seraya mengucapkan pantun jenaka yang langsung disambut gelak tawa para siswa:

"Ikan hiu pakai daster,
See you later!"

Acara boleh usai, tetapi bagi siswa-siswi dan orang tua di MTs Khadijah, langkah baru saja dimulai. Mereka pulang membawa amunisi baru: sebuah keyakinan bahwa dari balik dinding madrasah ini kelak akan lahir para penakluk dunia yang tangguh, berotak brilian, tetapi tetap bersujud dan menjejak bumi. (*)
_________
*) Pewarta: Rizqi Abd, Mahasiswa PPL Unisma.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan