Harian Cendekia

UNISMA Kenalkan 17 SDGs kepada Mahasiswa Baru lewat OSHIKA MABA

Mahasiswa baru UNISMA mengikuti rangkaian OSHIKA MABA 2026, Foto. Hariancendekia
Hariancendekia.com | Mahasiswa baru Universitas Islam Malang (UNISMA) mengikuti OSHIKA MABA 2026 dengan penekanan pada konsep perguruan tinggi berdampak. Sejak awal kuliah, mahasiswa dikenalkan dengan isu pembangunan berkelanjutan dan didorong mengaitkan aktivitas kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor UNISMA Prof. Junaidi mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan OSHIKA MABA tahun ini. Mahasiswa diperkenalkan pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Yang ditekankan pada OSHIKA MABA kali ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu perguruan tinggi berdampak. Sehingga kita juga menekankan UNISMA bermanfaat, UNISMA berdampak,” kata Junaidi saat ditemui di sela kegiatan.

Menurut dia, pengenalan SDGs tidak hanya dilakukan melalui materi. Mahasiswa baru juga diarahkan mengikuti kegiatan kreatif dan aktivitas yang mendorong kepedulian terhadap persoalan di lingkungan masyarakat.

Salah satunya melalui pembuatan poster bertema nilai-nilai SDGs. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan sekaligus memahami isu pembangunan berkelanjutan.

OSHIKA MABA 2026 digelar dalam tiga tahap. Mahasiswa program sarjana reguler mengikuti kegiatan pada 28-30 September, sedangkan mahasiswa pascasarjana dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mengikuti kegiatan pada 2 Oktober 2026.

Sementara itu, mahasiswa program profesi mengikuti rangkaian OSHIKA MABA secara daring.

Selain isu pembangunan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan kehidupan organisasi di lingkungan kampus. Mereka mendapat informasi mengenai organisasi kemahasiswaan, himpunan program studi, badan semi otonom, hingga unit kegiatan mahasiswa.

Berbagai organisasi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan di luar kegiatan akademik.

Pada tahun akademik ini, UNISMA juga menerima mahasiswa internasional. Sebanyak 37 mahasiswa asing telah dinyatakan diterima dan berasal dari sejumlah negara, seperti Madagaskar, Suriname, Turki, Uzbekistan, Timor Leste, dan Yaman.

“Di luar jumlah tersebut, proses penerimaan mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) masih berlangsung,” ujar Junaidi.

Program BIPA disiapkan melalui pembelajaran luring bagi mahasiswa yang datang ke Indonesia dan daring bagi mahasiswa yang masih berada di negara asal. Saat ini, sekitar 10-11 mahasiswa asing telah menyelesaikan proses visa, sementara mahasiswa lainnya masih menjalani proses perizinan masuk Indonesia. (Red)

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan