zmedia

Bangkalan Berduka: Enam Anak Tewas di Bekas Tambang Galian C Gunung Jaddih

(Doc. Pewarta) Suasana lokasi bekas tambang Galian C Jaddih, Bangkalan, tempat enam anak meninggal dunia akibat kelalaian pengawasan area berbahaya.
HARIANCENDEKIA, BANGKALAN - Bangkalan tengah menghadapi situasi yang tidak baik. Tambang galian C di kawasan Gunung Jaddih telah merenggut enam nyawa anak kecil yang tidak berdosa.

Turut berduka cita atas meninggalnya enam anak yang saat itu sedang berlatih dan kemudian meninggal di bekas tambang galian C Gunung Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Tragedi meninggalnya enam anak di kawasan tambang galian C tersebut bukan sekadar peristiwa duka, tetapi juga mencerminkan kelalaian yang berlangsung sejak lama. Kejadian ini seharusnya menggugah kesadaran semua pihak bahwa keselamatan publik bukan hanya urusan administratif, melainkan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar.

Sudah lama masyarakat sekitar mengetahui bahwa lokasi itu rawan. Tebingnya curam, genangan airnya dalam, dan tidak tersedia pagar maupun rambu yang memadai untuk mencegah anak-anak masuk. Namun kondisi tersebut tetap dibiarkan, seolah-olah keselamatan warga, terutama anak-anak bukan prioritas.

Hal yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa tragedi ini sebenarnya bisa dicegah. Pemerintah daerah dan pihak pengelola seharusnya sejak awal menata ulang area tersebut, memasang pembatas, atau menutup total akses menuju lokasi berbahaya. Namun karena kelalaian dan lemahnya pengawasan, enam nyawa melayang begitu saja.

Ironisnya, kejadian seperti ini bukan yang pertama terjadi di berbagai lokasi tambang terbengkalai di Indonesia. Polanya selalu sama: korban berjatuhan, pihak-pihak terkait saling melempar tanggung jawab, lalu kasus perlahan hilang tanpa perubahan berarti.

Bukan kemarin, bukan besok, dan bukan di hari-hari berikutnya, tetapi mulai hari ini juga sudah saatnya pemerintah di Bangkalan berhenti menganggap remeh keselamatan publik. Area berbahaya harus ditutup, pengawasan diperketat, dan pihak yang lalai wajib bertanggung jawab. Tragedi di tambang galian C Jaddih tidak boleh hanya menjadi tambahan angka statistik.

Nyawa enam anak tidak boleh hilang sia-sia. Dari tragedi ini, semestinya lahir perubahan yang nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Jika Anda ingin teks ini diubah menjadi straight news murni dengan struktur piramida terbalik, saya bisa menyusun ulang secara penuh tanpa mengubah substansi. (*)

*) Penulis: A. Fauzi.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.

ADVERTISEMENT Seedbacklink