zmedia

UNAIR Perkenalkan Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri dalam Sosialisasi SNPMB 2026

(Doc. Humas Unair) Pimpinan Universitas Airlangga menyampaikan sosialisasi SNPMB 2026 kepada guru SMA/sederajat di Aula Garuda Mukti.
HARIANCENDEKIA, SURABAYA - Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 bagi guru SMA/sederajat pada Sabtu (24/1/2026) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi yang detail dan akurat terkait jalur masuk perguruan tinggi negeri agar dapat diteruskan kepada siswa.

Acara tersebut dihadiri Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D., serta Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR Dr. Achmad Solihin, SE., M.Si.

Rektor UNAIR Prof. Muhammad Madyan menegaskan bahwa sosialisasi ini penting karena masih banyak siswa mendapatkan informasi yang tidak utuh bahkan menyesatkan terkait seleksi masuk perguruan tinggi.

“Dalam momen ini, seringkali siswa mendapatkan informasi simpang siur yang kadang menyesatkan. Karena itu, UNAIR mengadakan sosialisasi ini dengan harapan agar dapat memberikan informasi terkait SNPMB secara detail dan akurat. Selain itu juga menjadi ajang bagi kami memperkenalkan UNAIR secara luas,” ujarnya, di lansir laman resmi Unair Official.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua jalur nasional dalam penerimaan mahasiswa baru, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi. Pada tahun 2026, UNAIR membuka sekitar 9.100 kursi mahasiswa baru.

“Perlu diperhatikan kuota kampus untuk masing-masing jalur. UNAIR memiliki minimal 20 persen kuota SNBP, minimal 30 persen kuota SNBT, dan maksimal 50 persen kuota jalur mandiri. Untuk anak-anak berprestasi luar biasa, kami juga memiliki Golden Ticket. Karena itu diperlukan strategi yang matang agar bisa memperoleh kursi di UNAIR,” kata Prof. Madyan.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Mochammad Amin Alamsjah menyampaikan bahwa UNAIR saat ini memiliki 188 program studi, dengan 140 di antaranya merupakan program S1 dan D4. Setiap program studi memiliki tingkat keketatan yang berbeda sehingga pemilihan prodi menjadi faktor penting bagi calon mahasiswa.

“Harapannya para guru yang hadir dapat mengenalkan berbagai prodi yang ada di UNAIR, sehingga siswa memiliki banyak pilihan prodi dan jenjang karier sesuai minatnya. Selain itu, lulusan UNAIR juga memiliki masa tunggu kerja yang singkat, sekitar 90 persen lulusan hanya menunggu tiga bulan untuk bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PPMB UNAIR Dr. Achmad Solihin menegaskan komitmen kampus dalam mendukung keberlanjutan studi mahasiswa melalui berbagai skema bantuan finansial. UNAIR menyediakan beragam beasiswa, mulai dari KIP-K, beasiswa pemerintah pusat dan daerah, hingga beasiswa swasta.

“Tidak perlu khawatir terkait finansial saat berkuliah di UNAIR. Kami membantu setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya hingga sarjana. Dalam beberapa tahun terakhir, UNAIR tidak melakukan drop out mahasiswa dengan alasan finansial. Karena itu, kami berharap UNAIR dapat menjadi pilihan utama siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” pungkasnya. [rin/roz]
ADVERTISEMENTseedbacklink