zmedia

Minim Realisasi Program, Transparansi BEM-UA Dipertanyakan

(Doc.istimewa) Minim Realisasi Program, Transparansi BEM-UA Dipertanyakan.
HARIANCENDEKIA, SUMENEP - Sejak dilantik pada Desember lalu, aktivitas Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Annuqayah (BEM-UA) dinilai masih didominasi wacana dan perencanaan. Hingga memasuki bulan kedua kepengurusan, belum terlihat realisasi program kerja berskala besar yang diselenggarakan secara terbuka di lingkungan mahasiswa. Padahal, dalam rapat kerja awal, BEM disebut telah menyusun sejumlah program prioritas untuk satu periode kepengurusan.

Berdasarkan pengamatan di lingkungan kampus, dalam kurun waktu sekitar dua bulan pascapelantikan, belum terdapat kegiatan tingkat fakultas maupun universitas yang digelar langsung oleh BEM.

Informasi mengenai rincian program kerja juga belum dipublikasikan secara terbuka melalui media sosial resmi atau forum mahasiswa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan perkembangan kinerja organisasi.

Seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, menilai belum adanya publikasi program kerja dan laporan perkembangan kegiatan membuat mahasiswa kesulitan memantau arah kebijakan BEM.

“Kami sebenarnya ingin tahu apa saja program prioritas yang sudah berjalan dan mana yang masih dalam tahap persiapan. Kalau tidak ada informasi terbuka, mahasiswa jadi bertanya-tanya,” ujarnya kepada HARIANCENDEKIA, belum lama ini.

Aktivitas BEM yang paling terlihat sejauh ini adalah penyediaan ruang aspirasi mahasiswa, yang terealisasi sekitar dua bulan setelah pelantikan. Dalam beberapa minggu sejak dibuka, ruang tersebut menghimpun berbagai masukan, mulai dari persoalan fasilitas kampus, layanan administrasi, hingga kegiatan kemahasiswaan. Namun, hingga kini belum terdapat laporan tindak lanjut yang disampaikan secara terbuka kepada mahasiswa atas aspirasi yang masuk.

Ia menambahkan, ruang aspirasi merupakan langkah awal yang positif, tetapi menurutnya, tindak lanjut menjadi indikator utama keseriusan organisasi.

“Menghimpun aspirasi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana tindak lanjutnya. Mahasiswa perlu tahu sejauh mana aspirasi itu diperjuangkan,” katanya.

Merujuk pada fungsi BEM sebagai lembaga eksekutif mahasiswa, terdapat tiga peran utama yang semestinya dijalankan, yakni pelaksana program kerja, advokator kepentingan mahasiswa, serta mediator antara mahasiswa dan pihak kampus. Tanpa realisasi program dan advokasi yang terukur, ketiga fungsi tersebut dinilai belum berjalan secara optimal.

Situasi tersebut menimbulkan kesan bahwa aktivitas organisasi lebih banyak berlangsung pada tahap perencanaan dan diskusi internal, sementara peran eksekutif sebagai penggerak kegiatan mahasiswa belum terlihat signifikan. Ketiadaan program kerja yang terealisasi sejak pelantikan turut memunculkan pertanyaan sebagian mahasiswa mengenai arah kebijakan dan komitmen BEM dalam menjalankan mandatnya.

Dalam konteks organisasi kemahasiswaan, perencanaan merupakan tahapan penting sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. Namun, tanpa implementasi, perencanaan berpotensi berhenti sebagai dokumen administratif. Mahasiswa membutuhkan realisasi program yang dapat dirasakan secara langsung, baik melalui forum akademik, pelatihan pengembangan diri, kegiatan sosial, maupun advokasi terhadap isu-isu kampus.

Apabila situasi ini berlanjut hingga pertengahan periode kepengurusan tanpa progres yang terukur, kepercayaan dan partisipasi mahasiswa berpotensi menurun. Karena itu, BEM Universitas Annuqayah diharapkan dapat menyampaikan laporan kinerja secara transparan serta merealisasikan rencana dan aspirasi yang telah dihimpun ke dalam langkah konkret agar keberadaannya dirasakan secara nyata oleh mahasiswa. [Red]
ApresiasiIstimewa
ADVERTISEMENTseedbacklink
WhatsApp