![]() |
| Ananta Nasya P. |
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh kelompok lansia. Seiring bertambahnya usia, sensitivitas tubuh terhadap insulin cenderung menurun sehingga kadar gula darah lebih mudah meningkat. World Health Organization (WHO) dalam WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behavior (2020) menegaskan bahwa aktivitas fisik rutin tetap aman dan bermanfaat bagi lansia, termasuk bagi mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes.
WHO merekomendasikan aktivitas aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, selama minimal 150 menit per minggu. Aktivitas ini membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar gula darah. Sejumlah penelitian dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik yang dilakukan secara teratur mampu menurunkan kadar gula darah puasa serta menurunkan HbA1c, yang merupakan indikator kontrol gula darah jangka panjang pada penderita diabetes tipe 2.
![]() |
| CFD Jalan Idjen Kota Malang. |
Lalu, mitos atau fakta? Fakta. Car Free Day dapat membantu menurunkan risiko diabetes pada lansia bukan karena acaranya semata, melainkan karena aktivitas fisik yang dilakukan di dalamnya. Langkah-langkah sederhana di jalan bebas kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan diabetes yang murah, aman, dan direkomendasikan secara global. (*)
_________
*) Penulis: Ananta Nasya P.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.

