zmedia

Mitos atau Fakta: Car Free Day Dapat Menurunkan Risiko Diabetes pada Lansia

Ananta Nasya P.
HARIANCENDEKIA, OPINI - Setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Minggu pukul 06.00–10.00 WIB, kawasan Jalan Ijen Boulevard, Kota Malang, menjadi ruang terbuka bagi masyarakat melalui kegiatan Car Free Day. Di antara pejalan kaki dan pesepeda, para lansia tampak berjalan santai sambil menikmati udara pagi. Aktivitas ini kerap dianggap sekadar hiburan, padahal dari sudut pandang kesehatan, gerakan sederhana tersebut menyimpan manfaat besar, khususnya dalam menurunkan risiko diabetes.

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh kelompok lansia. Seiring bertambahnya usia, sensitivitas tubuh terhadap insulin cenderung menurun sehingga kadar gula darah lebih mudah meningkat. World Health Organization (WHO) dalam WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behavior (2020) menegaskan bahwa aktivitas fisik rutin tetap aman dan bermanfaat bagi lansia, termasuk bagi mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes.

WHO merekomendasikan aktivitas aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, selama minimal 150 menit per minggu. Aktivitas ini membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar gula darah. Sejumlah penelitian dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik yang dilakukan secara teratur mampu menurunkan kadar gula darah puasa serta menurunkan HbA1c, yang merupakan indikator kontrol gula darah jangka panjang pada penderita diabetes tipe 2.
CFD Jalan Idjen Kota Malang.
Dalam konteks ini, Car Free Day berperan sebagai pemicu gaya hidup aktif. Jalanan yang bebas dari kendaraan bermotor memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi lansia untuk bergerak. Meski hanya berlangsung satu hingga dua kali dalam sepekan, Car Free Day dapat menjadi pintu masuk menuju kebiasaan hidup lebih aktif apabila dilakukan secara konsisten.

Lalu, mitos atau fakta? Fakta. Car Free Day dapat membantu menurunkan risiko diabetes pada lansia bukan karena acaranya semata, melainkan karena aktivitas fisik yang dilakukan di dalamnya. Langkah-langkah sederhana di jalan bebas kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan diabetes yang murah, aman, dan direkomendasikan secara global. (*)
_________
*) Penulis: Ananta Nasya P.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
ApresiasiIstimewa
ADVERTISEMENTseedbacklink
WhatsApp