![]() |
| (Doc. Istimewa) Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib berfoto bersama tokoh agama, Forkopimcam, dan masyarakat usai tarawih berjamaah di Masjid At-Thohiriyah, Singosari, Kamis (18/2) malam. |
Kehadiran Wakil Bupati yang akrab disapa Bu Nyai itu disambut hangat oleh jamaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri jajaran perangkat daerah terkait serta unsur Forkopimcam Singosari.
Masjid At-Thohiriyah memiliki nilai historis bagi warga sekitar karena didirikan oleh ulama kharismatik Kiai Hammimudin atau Mbah Bungkuk, yang dikenal berperan penting dalam penyebaran dakwah Islam dan pembinaan kehidupan keagamaan di wilayah Singosari. Dalam kunjungannya, Wakil Bupati juga berziarah ke makam Mbah Bungkuk dan memimpin doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjujuangan beliau.
Usai rangkaian ibadah, Lathifah Shohib menyempatkan diri mengunjungi para santriwati yang tengah melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Dalam suasana hangat, ia memberikan motivasi agar para santriwati terus semangat menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman agama. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan hadiah sebagai bentuk perhatian dan dukungan.
Selain itu, silaturahmi juga dilakukan ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah Singosari sebagai upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan kalangan pesantren dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.
Ditemui usai berziarah, Wakil Bupati Malang menegaskan bahwa kegiatan tarawih keliling menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan demi kemajuan Kabupaten Malang,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran ulama dan generasi muda, termasuk santri dan santriwati, sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman.
“Anak-anak kita inilah yang kelak akan menjadi penerus perjuangan para ulama. Mari kita dukung dan bimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta terhadap daerahnya,” tutupnya.
Kegiatan tarawih keliling tersebut tidak hanya menjadi agenda ibadah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan. [rin/roz]
