zmedia

Alumni Universitas Timor Serahkan Buku Catatan Revolusi Milenial untuk Almamater

(Doc. Hariancendekia.com) Oswin Pace Esterlino Nule saat enyerahkan buku Catatan Revolusi Milenial.
HARIANCENDEKIA, NUSA TENGGARA TIMUR - Alumni Universitas Timor (Unimor), Oswin Pace Esterlino Nule, S.Sos., menyerahkan buku karyanya berjudul Catatan Revolusi Milenial kepada Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Timor, Selasa (10/3/2026). Penyerahan buku tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua Program Studi Administrasi Negara, Yohakim Rembu, S.Sos., M.AP.

Kunjungan Oswin ke kampus lamanya itu menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kontribusi alumni terhadap almamater. Meski memiliki agenda akademik yang padat, Yohakim Rembu tetap meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan mantan mahasiswanya yang dikenal aktif dalam kegiatan literasi kampus.

Oswin mengaku bersyukur dapat kembali bertemu dosen serta mahasiswa di lingkungan kampus tempat ia menempuh pendidikan.

“Hari ini saya sangat bersyukur bisa berjumpa kembali dengan kaprodi dan adik-adik mahasiswa. Ini menjadi momen yang sangat berharga bagi saya sebagai alumni,” ujar Oswin di sela pertemuan tersebut.

Sementara itu, Yohakim Rembu menyampaikan apresiasi atas inisiatif alumni yang memberikan karya tulisnya kepada kampus. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menumbuhkan budaya literasi.

“Saya sangat bersyukur ada alumni yang kembali ke almamater dan memberikan hasil karyanya. Ini patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa agar terus membudayakan membaca buku,” kata Yohakim.

Oswin menilai, di tengah derasnya arus modernisasi dan informasi digital, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru.

“Arus modernisasi yang begitu cepat perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi agar mahasiswa tidak terjebak hoaks maupun doktrin yang menyesatkan,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Yohakim juga berpesan agar Oswin terus berkarya sebagai penulis. “Tetaplah menulis dan berkarya. Penulis sejatinya adalah penjaga peradaban, termasuk peradaban pendidikan dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan kampus, Oswin turut mengingatkan pentingnya kontribusi alumni terhadap almamater.

“Setiap alumni perlu bertanya pada dirinya sendiri apa yang sudah diberikan untuk almamater, bukan hanya bertanya apa yang almamater berikan,” pungkasnya.

(rin/zil)