![]() |
| (Doc. Istimewa) Ilustrasi Perang Dunia III. |
Dalam keyakinan umat Islam, Al-Malhamah Al-Kubra dipercaya sebagai pertempuran besar yang akan melibatkan kaum Muslimin melawan bangsa Romawi. Perang tersebut disebut-sebut akan terjadi sebelum kemunculan Dajjal dari wilayah Khurasan atau bagian Timur bumi. Pertempuran ini diyakini menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak dan menjadi salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
Menanggapi anggapan bahwa Perang Dunia ke-3 akan menjadi pertempuran akhir zaman, ulama kondang Tanah Air, Buya Yahya, pernah memberikan pandangannya. Tanggapan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan salah seorang jamaah Al Bahjah.
Menurut Buya Yahya, perang bisa saja terjadi kapan pun. Namun, tidak serta-merta setiap perang dapat dipastikan sebagai Al-Malhamah Al-Kubra. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak mudah mengaitkan setiap peristiwa besar dengan tanda-tanda kiamat.
Ia menegaskan bahwa tidak semua tanda kiamat harus dialami atau disaksikan langsung oleh setiap Muslim. Kewajiban seorang mukmin adalah meyakini tanda-tanda tersebut sebagaimana yang diajarkan, tanpa harus memaksakan penafsiran terhadap peristiwa yang sedang terjadi.
“Jadi, tidak semua tanda kiamat kita akan menemuinya. Kewajiban kita adalah meyakini itu semua dan tolong jangan menghubungkan kejadian hari ini langsung kepada ayat (tentang kiamat),” ujar Buya Yahya seperti dikutip dari kanal YouTube miliknya, Minggu (01/03/2026).
Ia juga mengingatkan agar tidak terburu-buru memastikan bahwa suatu peristiwa tertentu adalah bagian dari tanda kiamat, apalagi dengan mencoba mengaitkannya secara ilmiah tanpa kompetensi yang memadai.
“Kalau menduga mungkin iya, tapi jangan dipastikan oh itu ayat ini-ini, mengilmiah-ilmiahkan, menghubung-hubungkan tapi kita bukan ahlinya, itu bermasalah. Semoga Allah jaga iman kita. Wallahu a’lam,” pungkasnya. [rin/roz]
