![]() |
| (Doc. Istimewa) Relawan UMM dan komunitas Muhammadiyah University Riders saat Sahur On The Road di kawasan Pasar Besar Malang, Jumat (6/3/2026) dini hari. |
Tidak sekadar membagikan makanan, para relawan juga mengajak masyarakat yang ditemui untuk duduk dan makan sahur bersama. Suasana hangat pun tercipta di tengah jalanan kota yang biasanya sunyi menjelang waktu imsak.
Rombongan SOTR menyusuri sejumlah titik di pusat Kota Malang, terutama kawasan sekitar alun-alun dan pasar yang kerap menjadi tempat beristirahat masyarakat kurang mampu. Di beberapa lokasi, relawan berhenti untuk membagikan makanan sekaligus mengundang mereka menikmati sahur bersama.
Konsep barbeque sederhana menjadi daya tarik dalam kegiatan tersebut. Makanan dimasak langsung di lokasi sehingga menghadirkan suasana sahur yang santai dan akrab antara civitas akademika dan masyarakat.
Ketua komunitas MURID, Zakarija Achmat, mengatakan komunitas tersebut merupakan wadah kebersamaan bagi dosen dan karyawan UMM yang memiliki minat pada dunia otomotif sekaligus kegiatan sosial. Komunitas ini resmi terbentuk pada 2018 setelah sebelumnya diawali pertemuan informal antaranggota.
“MURID itu komunitas motor yang anggotanya dosen dan karyawan UMM. Kepanjangannya Muhammadiyah University Riders. Filosofinya sederhana, bahwa manusia pada dasarnya adalah murid yang harus terus belajar sepanjang hidup, sejak dari ayunan sampai liang lahat,” ujar Zakarija.
Pria yang akrab disapa Jack itu mengaku kegiatan sahur dengan konsep barbeque di pinggir jalan menjadi pengalaman baru baginya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana namun bermakna untuk berbagi dengan masyarakat.
“Saya sendiri bahkan baru pertama kali makan sahur dengan konsep seperti ini. Begitu ada undangan dari Humas UMM untuk mengikuti SOTR, saya langsung siap. Rasanya menyenangkan karena kita bisa berbagi sekaligus makan bersama dengan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial kampus kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti tunawisma.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Sahur tidak hanya tentang makan, tetapi juga tentang berbagi serta mempererat silaturahmi antara kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep barbeque sengaja dihadirkan agar kegiatan sahur terasa lebih hangat. Dengan memasak langsung di pinggir jalan, masyarakat dapat menikmati sahur dalam suasana yang lebih santai dan akrab.
Program Sahur On The Road menjadi salah satu upaya UMM memanfaatkan momentum Ramadan untuk menghadirkan dakwah sosial yang lebih membumi melalui aksi berbagi di tengah masyarakat. [rez/rin]
