![]() |
| (Doc. Istimewa) Mahasiswa PBSI Universitas Insan Budi Utomo berfoto bersama usai menampilkan pementasan teater dalam Parade UAS Mata Kuliah Sinematografi di Kampus C UIBU, Malang |
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak tujuh kelompok mahasiswa bergantian menampilkan pertunjukan teater dengan beragam interpretasi naskah. Setiap pementasan menghadirkan pesan moral yang dikemas melalui akting, dialog, dan penyutradaraan yang menarik perhatian penonton.
Kolaborasi tersebut digagas sebagai bentuk sinergi antara organisasi mahasiswa dan proses pembelajaran di kelas. HMPS Ksatria berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan berkesenian.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Sinematografi, Dr. Anita Kurnia Rachma, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak proses pembelajaran dalam mata kuliah Sinematografi sekaligus bentuk implementasi teori ke dalam praktik.
"Setiap pementasan adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan keberanian mahasiswa dalam mengaktualisasikan kemampuan berkarya di atas panggung. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna, mengintegrasikan teori dan praktik untuk membentuk lulusan yang kreatif, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam dunia pendidikan, seni, dan budaya," ujarnya.
Ia berharap setiap karya yang dipentaskan mampu menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat melalui seni pertunjukan.
Ketua HMPS Ksatria PBSI, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa organisasinya berkomitmen mendukung pengembangan potensi kreatif mahasiswa di lingkungan program studi.
"Kami dari HMPS Ksatria memandang agenda ini sebagai langkah maju untuk progres kreativitas mahasiswa, khususnya PBSI. Tugas kami adalah menjadi fasilitator agar bakat-bakat luar biasa mahasiswa tidak hanya terpendam di ruang kuliah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama tim, dan mentalitas perupa panggung yang tangguh," katanya.
Pementasan teater tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran di PBSI UIBU tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori kebahasaan dan kesastraan, tetapi juga mendorong mahasiswa menghidupkan karya melalui seni pertunjukan. Selama dua hari pelaksanaan, ruang kelas pun berubah menjadi panggung ekspresi yang memperlihatkan kreativitas, kolaborasi, dan profesionalisme mahasiswa.
(roz/red)
