Harian Cendekia

Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Edukasi Penggunaan Obat Aman bagi Remaja di Gresik

(Doc. Istimewa) Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 6 memberikan penyuluhan dan simulasi penggunaan obat yang aman kepada remaja di Desa Prambangan, Gresik
Hariancendekia.com | Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) Kelompok 6 menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk Program Pendidikan dan Simulasi Pemberian Obat Secara Aman untuk Remaja di Desa Prambangan RT 02 RW 01, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.

Penyuluhan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Bahasa Inggris tersebut diikuti remaja berusia 12–18 tahun. Materi diberikan sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini, terutama terkait penggunaan obat sesuai aturan untuk mencegah risiko kesalahan konsumsi.

Mahasiswa menyampaikan materi melalui metode ceramah, diskusi interaktif, presentasi menggunakan media PowerPoint, serta pembagian leaflet edukatif. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis obat, cara membaca label dan kemasan, aturan penggunaan obat, pentingnya memperhatikan dosis dan waktu konsumsi, hingga cara penyimpanan obat yang benar di rumah.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi sederhana mengenai langkah-langkah penggunaan obat yang tepat. Dalam simulasi tersebut, remaja diajak memeriksa nama obat, dosis, tanggal kedaluwarsa, serta petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsi obat.

Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari dan berbagi pengalaman saat mengonsumsi obat ketika sakit maupun memperoleh informasi terkait obat yang digunakan.

Perwakilan Kelompok 6 D3 Keperawatan UNAIR mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan obat secara rasional.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para remaja dapat memahami cara penggunaan obat yang benar dan bertanggung jawab sehingga mampu menghindari kesalahan penggunaan obat yang dapat membahayakan kesehatan," ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui sesi diskusi dan tanya jawab, sebagian besar peserta mampu memahami materi yang telah disampaikan. Mereka juga dapat menjelaskan kembali prinsip-prinsip penggunaan obat yang aman serta pentingnya mengikuti aturan penggunaan obat sesuai anjuran.

Mahasiswa berharap edukasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran remaja untuk menerapkan perilaku penggunaan obat yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal pengetahuan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi agen informasi kesehatan yang positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya penggunaan obat secara aman dan bertanggung jawab.

(*/red)
-Advertisement-