![]() |
| (Doc. Istimewa) Rizki menunjukkan inovasi pakan ternak |
Rizki yang memulai karier sebagai dosen pada usia 23 tahun itu kini fokus mendalami bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Produk silase yang dikembangkannya menggunakan bahan baku lokal dari Kabupaten Jember seperti jerami padi, tanaman jagung, hingga pucuk tebu.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan produk inovasi dengan mengedepankan kearifan lokal,” ujar Rizki.
Menurut dia, pemanfaatan limbah pertanian menjadi solusi strategis di tengah tingginya biaya pakan ternak. Selama ini, biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan sapi maupun kambing.
Melalui teknologi fermentasi, limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi pakan berkualitas tinggi. Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi peternak.
“Biaya pakan khususnya untuk produksi susu, daging sapi, maupun kambing dapat ditekan sehingga lebih ekonomis,” lanjutnya.
Rizki menjelaskan, inovasi pakan fermentasi juga berpotensi menciptakan sistem integrated farming atau pertanian terintegrasi. Konsep tersebut menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu rantai produksi yang saling mendukung.
“Pemanfaatan limbah pakan lokal ini sangat berpotensi menghasilkan suatu integrated farming dalam upaya swasembada pangan,” katanya.
Selama enam tahun berkarier di dunia akademik, Rizki telah menghasilkan 17 artikel internasional bereputasi. Ia juga menulis delapan buku yang terdiri atas buku ajar hingga monograf di bidang peternakan dan teknologi pakan.
Konsistensinya dalam membangun riset terapan berhasil menarik dukungan berbagai lembaga, mulai dari LPDP hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).
Selain aktif meneliti, Rizki juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis seperti PT Noveltindo Berkah Mandiri dan BUMDes Setia Bhakti. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas penerapan inovasi pakan fermentasi di tingkat peternak.
“Hal ini akan mendorong produktivitas peternak-peternak khususnya di wilayah pedesaan,” pungkas Rizki.
(rin/red)
