Harian Cendekia

Kisah Aulia, Anak Buruh dan Tukang Tambal Ban yang Jadi Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 3,87

Aulia Nurul Hikmah, lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Aulia Nurul Hikmah untuk meraih prestasi akademik. Putri dari seorang buruh dan tukang tambal ban itu berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.

Tekad Mengalahkan Keterbatasan

Di balik capaian tersebut, Aulia menyimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Berasal dari keluarga sederhana, ia mengaku kondisi ekonomi sempat menjadi tantangan dalam mewujudkan impiannya menempuh pendidikan tinggi.

"Orang tua saya adalah buruh dan tukang tambal ban," ujar Aulia.

Meski demikian, keadaan tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Baginya, kesempatan mengenyam pendidikan di IPB University menjadi titik penting yang membuka jalan bagi pengembangan diri, baik dari sisi akademik maupun pengalaman di luar ruang kuliah.

Menurut Aulia, lingkungan kampus memberinya ruang untuk bertumbuh melalui berbagai aktivitas, mulai dari organisasi, kompetisi, hingga membangun relasi dengan mahasiswa dari beragam latar belakang. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan daya adaptasinya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menjaga Prestasi di Tengah Padatnya Aktivitas

Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Aulia mengaku harus belajar mengatur waktu agar mampu mempertahankan prestasi akademik tanpa meninggalkan kegiatan organisasi maupun kompetisi yang diikutinya.

Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting selama menjalani masa perkuliahan. Dari berbagai dinamika yang dihadapi, Aulia justru belajar menjadi pribadi yang lebih fleksibel dan mampu menentukan prioritas.

Memilih Silvikultur demi Masa Depan Hutan

Ketertarikan terhadap alam dan ilmu ekologi menjadi alasan utama Aulia memilih Program Studi Silvikultur. Baginya, hutan merupakan ekosistem yang memiliki peran vital dalam menjaga kehidupan.

Ia ingin memahami pengelolaan hutan secara menyeluruh, mulai dari proses pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga rehabilitasi kawasan hutan yang mengalami kerusakan.

Aulia juga melihat semakin besarnya tantangan lingkungan, seperti degradasi dan deforestasi hutan. Karena itu, ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian hutan sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan lingkungan.

Kelulusan Bukan Garis Akhir

Bagi Aulia, predikat lulusan terbaik bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa proses belajar harus terus berlanjut.

Alumnus SMAN 9 Kota Bogor itu bertekad terus mengembangkan kemampuan diri agar ilmu dan pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.

(red)