Harian Cendekia

KKN 06 Universitas Trunojoyo Madura Sulap Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan di Desa Genteng Konang Bangkalan

Pengolahan limbah sekam padi menjadi briket arang, Foto. Pewarta
Hariancendekia.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil menginisiasi program inovasi di bidang lingkungan dan ekonomi kreatif di Desa Genteng, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Melalui program tersebut, mereka mengolah limbah sekam padi menjadi briket arang siap pakai sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.

Program ini berangkat dari melimpahnya limbah sekam padi hasil penggilingan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebelumnya, sekam padi kering umumnya hanya dibuang hingga menumpuk atau dibakar secara terbuka. Selain memakan ruang, cara tersebut juga menimbulkan polusi asap yang mengganggu lingkungan sekitar.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN 06 UTM memberikan edukasi sekaligus demonstrasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah sekam padi menjadi briket arang yang memiliki nilai guna lebih tinggi.

Proses pembuatan diawali dengan mengumpulkan sekam padi kering sebagai bahan utama, kemudian dipadukan dengan batok kelapa serta daun kering sebagai bahan pemantik. Selanjutnya, sekam melalui proses karbonisasi menggunakan cerobong kawat sederhana di ruang terbuka hingga berubah menjadi arang. Setelah dihaluskan, arang sekam dicampur dengan perekat alami berupa adonan tepung tapioka yang telah dimasak.

Pada tahap akhir, adonan dicetak secara manual dalam berbagai bentuk, mulai dari silinder, lingkaran pipih, hingga kreasi bertuliskan "KKN 06 UTM" sebagai identitas kelompok. Briket kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan mengeras sehingga menghasilkan daya bakar yang lebih tahan lama dengan asap yang relatif lebih sedikit.

Melalui program kerja ini, KKN 06 UTM menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Genteng. Selain membantu mengurangi penumpukan limbah pertanian dan menekan polusi akibat pembakaran terbuka, inovasi tersebut juga menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN 06 UTM berharap masyarakat dapat memproduksi briket arang ini secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah sekam padi tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru yang dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat desa. (*)
_________
*) Pewarta: Mahasiswa KKN Kelompok 6 UTM.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
-Advertisement-