![]() |
| Mahasiswa KKN UTM memberikan edukasi peduli lingkungan kepada siswa SDN Kwanyar Barat, Foto. Pewarta |
Program tersebut dirancang untuk membangun karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar sekaligus membiasakan mereka menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang benar, hingga cara membedakan sampah organik dan anorganik. Edukasi dikemas melalui presentasi, permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta ice breaking sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Salah satu anggota kelompok KKN mengatakan, pembiasaan menjaga lingkungan perlu dimulai sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter anak.
"Kami ingin menanamkan sikap peduli lingkungan melalui langkah-langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami berharap anak-anak dapat menjadi pahlawan lingkungan bagi masa depan," ujarnya.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan bahwa sampah dibedakan menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik. Sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun kering, kulit buah, dan kulit bawang. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan nonhayati atau hasil olahan manusia yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, seperti botol plastik, kantong kresek, kaleng minuman, dan botol kaca.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, hingga berdiskusi mengenai kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan di rumah maupun di sekolah.
Sebagai bentuk komitmen, setiap siswa diminta mengisi cek lis Misi Harian Pahlawan Bumi yang berisi kebiasaan sederhana untuk menjaga lingkungan. Mahasiswa juga mengajak siswa membiasakan membuang sampah pada tempatnya, membawa alat makan sendiri saat membeli makanan, menggunakan tumbler sebagai wadah minum, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UTM berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Dengan meningkatnya kesadaran sejak usia dini, diharapkan budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak-anak. (*)
_________
*) Pewarta: Dwi oktavia Ramadhani, Mahasiswa KKN UTM.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
