Harian Cendekia

Ikan Gabus Disebut Bantu Percepat Penyembuhan Luka Ibu Setelah Melahirkan

Ikan gabus kaya protein, Foto.Istimewa
Hariancendekia.com | Ikan gabus bisa menjadi salah satu pilihan pangan untuk mendukung pemulihan ibu setelah melahirkan. Kandungan albumin, protein, mineral, dan omega-3 di dalamnya disebut berperan dalam proses penyembuhan luka.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menjelaskan ikan gabus merupakan ikan air tawar dengan kandungan protein dan zat gizi yang baik untuk membantu pemulihan tubuh.

Hal itu disampaikan Prof Ahmad dalam tayangan Perspektif di YouTube IPB TV. Menurutnya, ikan gabus memiliki sejumlah kandungan yang dibutuhkan ibu setelah persalinan.

"Di antara proteinnya itu adalah kandungan albumin. Termasuk ikan air tawar yang mengandung juga asam lemak omega-3. Semuanya itu penting untuk ibu yang baru melahirkan," ujar Prof Ahmad.

Ia menjelaskan kandungan protein ikan gabus berkisar 15–25 persen dari berat segarnya. Salah satu protein tersebut adalah albumin yang memiliki peran penting dalam proses regenerasi sel.

"Albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam tubuh kita. Perannya sangat krusial dalam proses penyembuhan luka," katanya.

Menurut Prof Ahmad, albumin menjadi salah satu bahan yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk jaringan baru. Proses tersebut membantu luka lebih cepat menutup dan mengering.

Tak hanya albumin, ikan gabus juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3. Berbagai zat gizi tersebut turut mendukung kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan setelah persalinan.

Untuk menjaga kandungan gizinya, Prof Ahmad menyarankan ikan gabus diolah dengan cara sederhana, seperti direbus atau dikukus.

"Yang paling bagus adalah dikukus atau direbus. Bisa dibuat sop," jelasnya.

Ia juga menyebut konsumsi ekstrak ikan gabus sekitar 500 miligram per hari sudah mencukupi. Sementara untuk membantu pemulihan luka setelah operasi sesar, konsumsi ikan gabus segar sekitar 500 gram per hari dapat menjadi salah satu pilihan.

Meski demikian, ikan gabus bukan pengganti perawatan medis. Konsumsinya tetap perlu menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan serta anjuran tenaga kesehatan. (Red)