Harian Cendekia

Mahasiswa UB Ajarkan Siswa SMPN 17 Malang Cara Pilih Jajanan Sehat

Foto bersama siswa SMPN 17 Malang dalam program SNAP racikan mahasiswa UB, Foto: Istimewa
Hariancendekia.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya (UB) menggelar program Smart Snack Action Project (SNAP) di SMP Negeri 17 Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa agar cermat memilih jajanan sehat lewat pembacaan label Informasi Nilai Gizi (ING).

Sebanyak 54 perwakilan siswa kelas VII hingga IX antusias mengikuti program yang mengusung slogan "Jajan Pintar, Badan Kuat" tersebut.

Program ini digagas oleh kolaborasi mahasiswa lintas jurusan UB, yakni Ilmu Keperawatan, Ilmu Gizi, dan Pendidikan Dokter Gigi.

Tim di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 19, Dr. drh. Siti Kurniawati, M.Ked.Trop., ini berupaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 terkait kehidupan sehat dan sejahtera.

Edukasi interaktif disajikan untuk merespons masih rendahnya kesadaran remaja terhadap bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, penyampaian materi gizi, hingga praktik langsung membaca tabel ING pada kemasan makanan.

Para siswa dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan lembar kerja praktik membaca label gizi kemasan secara cermat.

Selain itu, peserta juga diajak mengikuti kuis interaktif, post-test, serta pengisian kuesioner evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Acara ditutup dengan deklarasi komitmen bersama seluruh peserta untuk konsisten memilih jajanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan interaktif ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terkait gizi makanan kemasan.

Hasil evaluasi mencatat adanya kenaikan rata-rata nilai siswa secara signifikan, dari 73 pada saat pre-test menjadi 81 pada post-test.

Sebagai bentuk luaran berkelanjutan, tim mahasiswa memasang poster edukasi di lingkungan sekolah dan memajang hasil karya praktik siswa.

Melalui program SNAP ini, para siswa diharapkan terbiasa membaca label gizi sejak dini guna mencegah risiko penyakit tidak menular di masa depan. (Red)