Harian Cendekia

Tren Pengendara Berhenti di Bahu Jalan Suramadu Tuai Kekhawatiran

Ilustrasi Pengendara berhenti di bahu Jalan Suramadu demi terekam CCTV menuai sorotan, Foto. Hariancendekia/AI
Hariancendekia.com | Tren pengendara berhenti di bahu Jalan Suramadu, turun dari kendaraan, lalu melambaikan tangan ke arah videografer agar terekam CCTV menuai sorotan warganet. Aksi tersebut dinilai berisiko membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan video yang memperlihatkan sejumlah pengendara sengaja berhenti di bahu Jalan Suramadu. Setelah turun dari kendaraan, mereka melambaikan tangan ke arah videografer agar aksinya masuk dalam konten CCTV Suramadu yang kemudian diunggah ke media sosial.

Fenomena itu memicu kekhawatiran publik. Banyak netizen menilai aksi tersebut tidak layak ditiru karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Berhenti di bahu jalan tanpa kondisi darurat dinilai dapat membahayakan diri sendiri. Pengendara lain yang melintas juga berpotensi mengalami kecelakaan apabila harus menghindari kendaraan yang berhenti secara tiba-tiba.

Sejumlah warganet pun mengimbau masyarakat agar tidak ikut-ikutan tren tersebut hanya demi tampil dalam konten media sosial. Keselamatan di jalan, menurut mereka, harus menjadi prioritas dibanding mengejar popularitas atau hiburan sesaat.

Tak hanya kepada pengguna jalan, sorotan juga diarahkan kepada videografer yang rutin mengunggah konten CCTV Suramadu. Mereka diharapkan lebih selektif dalam membuat maupun mengunggah video agar tidak memicu masyarakat melakukan aksi berisiko demi mendapatkan perhatian.

Di media sosial, sejumlah netizen juga terlihat menandai akun Polres, Polrestabes, hingga Polda. Mereka berharap aparat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas sekaligus mengambil langkah yang diperlukan agar tren serupa tidak terus berkembang.

Kesadaran seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar Jalan Suramadu tetap aman bagi semua pengguna. Masyarakat diimbau menggunakan jalan sesuai fungsinya dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu keselamatan maupun kelancaran arus lalu lintas.

Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, tren yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain sebaiknya tidak dijadikan hiburan atau konten media sosial.

(red)