Harian Cendekia

Warga Balikpapan Gowes Ontel ke Muktamar ke-35 NU di Jombang

Wildan Abadi mengayuh sepeda ontel menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang, Foto. NU Online
Hariancendekia.com | Wildan Abadi, warga Balikpapan, Kalimantan Timur, menempuh perjalanan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, dengan mengayuh sepeda ontel. Perjalanan itu ditempuh sekitar tiga hari sekaligus menjadi wujud kecintaannya terhadap NU.

Ide tersebut bermula dari guyonan di grup WhatsApp Lesbumi NU Balikpapan. Wildan yang memiliki pengalaman bersepeda ontel kemudian menyatakan kesiapannya jika perjalanan itu benar-benar dilakukan.

“Awalnya hanya guyonan di grup WhatsApp Lesbumi NU Balikpapan. Karena saya punya pengalaman bersepeda ontel, saya menyatakan siap kalau memang benar dilakukan,” kata Wildan saat ditemui di depan Makbarah KH Abdul Wahab Hasbullah, Rabu (26/8/2026).

Gagasan itu mendapat dukungan Katib PWNU Kalimantan Timur KH Muhammad Muhlasin dan Ketua Lesbumi NU Balikpapan Ki Muhajirin. Keduanya mengingatkan Wildan tentang semangat warga NU pada masa lalu dalam mengekspresikan kecintaan terhadap jam'iyyah.

“Ini menjadi motivasi saya. Rasa cinta terhadap NU yang diekspresikan masyarakat akar rumput itu nyata dan tulus. Dalam setiap peluh dan usaha mereka ada doa untuk jam'iyyah,” ujarnya.

Wildan bersama rombongan berangkat dari halaman Graha NU Balikpapan pada Ahad (23/8) sore. Setelah menuju Pelabuhan Semayang, mereka menyeberang menggunakan kapal pada Senin pagi dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa sore.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan sepeda dari Surabaya menuju Jombang pada Rabu (26/8) pagi. Rombongan tiba di Jombang pada sore hari.

Perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Wildan menyusuri sejumlah jejak sejarah NU. Ia menginap di Kantor PCNU Kota Surabaya yang dahulu menjadi kantor pertama PBNU.

“Setiap detail bangunannya masih asli. Rasanya seperti waktu berhenti di tempat itu, tempat gema Resolusi Jihad pertama kali lahir,” ungkapnya.

Wildan juga bertemu keluarga H Hasan Gipo, Ketua PBNU pertama, serta berziarah ke Makam Sunan Ampel dan makam Hasan Gipo. Di Jombang, ia menyempatkan diri berziarah ke makam Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng.

“Alhamdulillah, tidak ada halangan atau kendala yang berarti selama perjalanan,” tutur Wildan.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU menjadi momentum evaluasi bagi seluruh warga NU, baik struktural maupun nonstruktural.

“Mudah-mudahan Muktamar NU ini dapat menjadi kaca benggala bagi semua warga, baik struktural maupun nonstruktural. Kita harus terus meningkatkan dan memperbaiki,” pungkasnya. (Red)