![]() |
| Prosesi Pengucapan Sumpah Apoteker FK UB, Foto Humas UB |
Hariancendekia.com | Sebanyak 56 peserta Pengucapan Sumpah Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) resmi mengikuti prosesi pengukuhan pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan digelar di Ballroom Gedung Graha Medika Lantai 2 FK UB mulai pukul 09.00 WIB.
Prosesi tersebut menandai berakhirnya pendidikan profesi apoteker sekaligus awal tanggung jawab peserta memasuki dunia profesional. Mereka diharapkan mampu menerapkan kompetensi dengan menjunjung etika dan kepentingan masyarakat.
Pengucapan sumpah dan pengesahan dilakukan Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si., Med., Sp.A(K). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dan penyerahan Surat Sumpah Apoteker, Sertifikat Kompetensi Apoteker, serta Sertifikat Profesi.
Para peserta juga menjalani prosesi pengalungan gordon sebagai bagian simbolis dari pengukuhan profesi. Rangkaian tersebut menjadi penanda perjalanan mereka dari pendidikan menuju pelaksanaan tanggung jawab sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan.
Prof. Wisnu menegaskan, pengucapan sumpah bukan sekadar seremoni setelah peserta menyelesaikan pendidikan. Menurut dia, sumpah menjadi pengingat atas tanggung jawab yang harus dijalankan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Pengucapan sumpah bukan hanya menjadi penanda selesainya proses pendidikan, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab profesional untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berlandaskan kompetensi, etika, dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan diharapkan diterapkan untuk mendukung pelayanan kefarmasian yang aman dan bermutu. Peserta juga dituntut menjaga integritas serta profesionalisme ketika menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Bagi FK UB, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang tidak hanya menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial.
Melalui pendidikan profesi tersebut, FK UB turut memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan ilmu, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. (Red)
