![]() |
| Peserta UGM Trail Run 2026 melintasi jalur trail di kawasan Kaliurang, Sleman, Foto. UGM Trail Run |
Hariancendekia.com | Sebanyak 3.250 peserta mengikuti UGM Trail Run 2026 di Gelora Hargobinangun, Kaliurang, Sleman, pada 26–27 September. Memasuki edisi keenam, ajang ini menggabungkan olahraga, edukasi kesehatan, kepedulian lingkungan, hingga penguatan ekonomi melalui sport tourism.
UGM Trail Run 2026 digelar Universitas Gadjah Mada bersama Komunitas Kagama Lari untuk Berbagi (KLUB) dengan mengusung tema Run, Edu, Care. Konsep tersebut dirancang agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada kompetisi lari lintas alam.
Ketua UGM Trail Run 2026 Budi Susila mengatakan rangkaian kegiatan juga diisi edukasi bersama sejumlah pihak, termasuk RSUP Dr. Sardjito, Yayasan Adem, dan Taman Nasional Gunung Merapi.
“Selain event puncaknya pada saat berlari, kita juga mengadakan acara-acara yang sifatnya edukasi,” ujar Budi saat diwawancarai, Minggu (27/9).
Edukasi kesehatan dilakukan melalui talkshow bersama RSUP Dr. Sardjito di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Materinya antara lain mengenai olahraga yang sehat dan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat pada pelari.
Kepedulian lingkungan juga menjadi bagian utama. Panitia berkolaborasi dengan Taman Nasional Gunung Merapi, termasuk memberikan hadiah berupa pohon kepada para pemenang sebagai bagian dari upaya penghijauan.
Dari sisi keselamatan, panitia melibatkan tim SAR, komunitas trail runner, BMKG, serta berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau cuaca dan kondisi Gunung Merapi.
“Jadi kita menjamin rute itu memang nyaman bagi peserta. Kita bekerja sama dengan banyak instansi yang memastikan event ini bisa berjalan lancar,” kata Budi.
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara, seperti Jepang, Kolombia, Prancis, Belarusia, Republik Ceko, Jerman, Filipina, dan Rusia.
Kategori lomba meliputi 7K, 15K, 30K, 50K Open & Master, serta 70K individual dan relay. Tahun ini juga diperkenalkan kategori 77K sebagai representasi usia UGM yang memasuki tahun ke-77.
Selain olahraga, kegiatan ini ditujukan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sport tourism. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan menggerakkan UMKM, usaha lokal, serta sektor akomodasi di Yogyakarta dan sekitarnya.
Wakil Rektor UGM Arie Sujito menambahkan, kegiatan ini juga membawa misi sosial dan pendidikan lingkungan. Sebagian hasilnya diperuntukkan bagi beasiswa mahasiswa yang membutuhkan.
“Jadi, aktivitas ini bukan semata-mata soal sport, bukan hanya semata-mata soal olahraga, tapi juga mengenalkan kita pada alam,” tutupnya. (Red)
