Harian Cendekia

Buka PKKMB UNIRA Malang, Sanusi Tekankan Mahasiswa Kuasai AI dan Jaga Integritas

Bupati Malang Sanusi membuka PKKMB UNIRA Malang 2026/2027., Foto. Unira Malang
Hariancendekia.com | Bupati Malang H Sanusi meminta mahasiswa baru Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menguasai teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tanpa meninggalkan integritas, kreativitas, dan akhlakul karimah.

Pesan itu disampaikan Sanusi saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNIRA Malang 2026/2027, Sabtu (5/9/2026).

Sanusi mengatakan masa perkuliahan menjadi ruang penting untuk menempa karakter mahasiswa sebelum terjun dan beradaptasi dengan kehidupan di tengah masyarakat.

"Mahasiswa kini wajib menguasai teknologi dan literasi digital, namun harus diimbangi dengan penguatan integritas, kreativitas, serta akhlakul karimah," kata Sanusi.

Menurutnya, kemampuan akademik tidak boleh berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu yang diperoleh menjadi solusi konkret bagi masyarakat.

Salah satunya melalui keterlibatan dalam pendampingan UMKM hingga digitalisasi potensi desa di Kabupaten Malang.

Sanusi juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menghadapi derasnya arus informasi di era transformasi digital dan AI. Ia berharap mahasiswa menjadi penggerak persatuan yang tidak mudah terprovokasi hoaks.

"Mahasiswa dapat menjadi motor penggerak persatuan yang tidak mudah terprovokasi informasi hoaks, menjunjung tinggi amanah membumikan nilai Islam Rahmatan lil 'Alamin yang menghargai keberagaman," pesannya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malang terus menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

"Kami tentu mengapresiasi UNIRA Malang, yang konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan berjiwa sosial," ujar Sanusi.

Sementara itu, Rektor UNIRA Malang KH Imron Rosyadi Hamid mengajak mahasiswa menjadikan empat tahun masa kuliah sebagai kawah candradimuka untuk membangun ilmu, karakter, kepemimpinan, dan pengalaman.

"Kami ingin ketika mereka lulus nanti, mahasiswa bukan hanya menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas, peduli kepada masyarakat, dan siap mengambil peran dalam membangun bangsa," ungkap Gus Im.

PKKMB diikuti lebih dari 500 mahasiswa baru dengan tema "Generasi Khayra Ummah: Berkarya, Berdampak, dan Menebarkan Perdamaian". Kegiatan berlangsung 5-12 September 2026 sebagai tahap awal pembentukan kompetensi keilmuan, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pijakan spiritual mahasiswa. (Red)