![]() |
| Kajian Maulid Nabi mengajak mahasiswa memaknai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan di era kini, Foto. Pewarta |
Hariancendekia.com | Departemen Kajian Pengembangan dan Keilmuan DEMA FITK UIN Malang menggelar kajian bertajuk "Apa Arti Maulid bagi Generasi Mahasiswa?" Kegiatan tersebut berlangsung di Gusdurian Corner, Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kajian menghadirkan Gus Wahhab (da’i muda) sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti kajian hingga sesi diskusi.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengajak mahasiswa melihat kembali makna Maulid dalam kehidupan mereka saat ini. Peserta diajak untuk memahami bahwa peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi ruang untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah.
Diskusi juga menyoroti bagaimana kecintaan kepada Nabi dapat diwujudkan dalam kehidupan mahasiswa. Nilai kejujuran, amanah, keilmuan, kepedulian, serta kebermanfaatan bagi orang lain menjadi bagian penting dari keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama kajian dan diskusi. Sejumlah peserta turut menyampaikan pandangan dan pertanyaan mengenai relevansi keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan kehidupan generasi mahasiswa di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui kajian tersebut, Maulid Nabi dipandang bukan sekadar momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, Maulid menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menerjemahkan kecintaan kepada Nabi melalui sikap dan tindakan nyata.
Mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan akademik maupun sosial dengan menjadi pribadi yang jujur, amanah, berilmu, peduli, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)
_________
*) Pewarta: Dept. Kajian dan Dakwah.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
