![]() |
| Kompetisi Manajemen Nasional 2026 di Universitas Negeri Malang, Foto. Humas UM |
Hariancendekia.com | Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kompetisi Manajemen Nasional (KMN) 2026 dengan peserta dari sekitar 100 perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menguji kemampuan mahasiswa merancang strategi bisnis adaptif dan berkelanjutan di era digital.
Kompetisi yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM bersama Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Manajemen pada Jumat (16/10) tersebut mengusung tema Building Sustainable Business Resilience Through Adaptive Digital Ecosystem in Society 5.0.
Sebanyak 10 tim melaju ke semifinal dan mengikuti sesi pitching untuk mempresentasikan gagasan bisnis mereka. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk UM, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Negeri Samarinda.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M., yang membuka semifinal secara simbolis, menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
“Dalam dunia usaha, keberhasilan tidak cukup ditentukan oleh kemampuan melihat peluang. Pelaku usaha juga harus mampu membaca perubahan pasar untuk menentukan strategi dan mengambil keputusan secara tepat,” ujar Suwarjana.
Ketua Pelaksana KMN 2026, Muhammad Fahmi Dhani Abdillah, mengatakan kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memecahkan persoalan bisnis.
Rangkaian semifinal diawali dengan mini pitching di hadapan tiga juri. Peserta kemudian mengikuti kunjungan industri ke PT Aice Ice Cream Jatim Industri untuk mempelajari penerapan operasional bisnis secara langsung.
Wakil Dekan I FEB UM, Dr. Satia Nur Maharani, juga mendorong peserta konsisten berproses dan berani melampaui batas kemampuan diri.
Setelah semifinal, peserta akan menghadapi babak final dengan tantangan case twist. Kegiatan ini turut mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembelajaran aplikatif serta pengembangan gagasan bisnis inovatif. (Red)
