![]() |
| Visitasi AHPGS di Universitas Brawijaya, Foto. Humas UB |
Hariancendekia.com | Universitas Brawijaya (UB) menjalani tahap akhir akreditasi internasional terhadap 14 program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Proses visitasi oleh lembaga akreditasi AHPGS berlangsung 28-29 September 2026.
Kunjungan tim Accreditation Agency in Health and Social Sciences (AHPGS) berlangsung di Gedung Rektorat UB, Senin (28/9/2026). Visitasi tersebut menjadi bagian akhir dari proses akreditasi yang telah berjalan lebih dari satu tahun.
Managing Director AHPGS Georg Reschauer mengatakan proses dimulai sejak penandatanganan kontrak dan pengkajian berbagai dokumen universitas oleh para ahli.
“Kunjungan kami ke sini merupakan tahap akhir dari proses akreditasi yang telah berlangsung cukup panjang. Sudah lebih dari satu tahun sejak kami menandatangani kontrak dan menerima dokumen dari universitas,” kata Georg.
Menurut Georg, penilaian tidak hanya berfokus pada mutu program studi. AHPGS juga melihat keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas universitas serta kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
“Penting bagi setiap program studi untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting,” ujarnya.
Rektor UB Prof. Widodo mengatakan akreditasi internasional menjadi bagian dari upaya universitas memastikan pendidikan memenuhi standar internasional. Pengakuan tersebut diharapkan memperkuat kualitas pendidikan, reputasi lulusan, serta akses mereka ke dunia kerja nasional dan internasional.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UB Ratno Bagus Edy Wibowo menjelaskan, penilaian mencakup tridharma perguruan tinggi, kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, aktivitas mahasiswa, fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu melalui siklus PPEPP.
Akreditasi ini mencakup sembilan program studi di FISIP dan lima program studi di FIKES. Hasil akreditasi nantinya dipublikasikan melalui laman AHPGS dan basis data tingkat Eropa.
Ratno menyebut pengakuan tersebut diharapkan memperluas jejaring kerja sama serta peluang lulusan di luar negeri. Saat ini, UB memiliki 92 program studi dengan akreditasi internasional yang masih berlaku.
UB menargetkan 60 persen dari total 213 program studi memiliki akreditasi internasional pada akhir 2029. (Red)
