Harian Cendekia

Sekolah Riset Pertemuan Kedua Bedah Cara Merancang Metodologi Penelitian yang Ilmiah dan Sistematis

Foto bersama usai pertemuan kedua Sekolah Riset yang membahas perancangan metodologi penelitian, Minggu (1/11/2026), Foto. Pewarta
Hariancendekia.com | Sekolah Riset menggelar pertemuan kedua bertema “Dari Ide ke Metode: Merancang Metodologi Penelitian yang Tepat, Sistematis, dan Ilmiah” di Gedung D 304, Minggu (1/11/2026). Dr. Syamsir Sainuddin, M.Pd., dari bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, hadir sebagai pemateri.

Kegiatan ini membekali peserta dengan prinsip dan tahapan menyusun metodologi penelitian, mulai dari merumuskan masalah hingga memilih metode yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Dalam paparannya, Dr. Syamsir menegaskan bahwa rumusan masalah, pertanyaan penelitian, data, instrumen, teknik analisis, dan kesimpulan harus selaras. Menurutnya, metode penelitian tidak boleh dipilih asal-asalan, melainkan harus bertolak dari kebutuhan dan tujuan penelitian.

Materi mencakup pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran (mixed methods). Pemateri juga mengulas berbagai desain penelitian, antara lain survei, korelasional, komparatif, eksperimen, studi kasus, fenomenologi, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan kelas (PTK).

Peserta juga berlatih memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya NotebookLM, untuk mengkaji jurnal, memahami sumber ilmiah, dan menyusun tinjauan literatur secara lebih terstruktur. Mereka juga diajak menemukan celah penelitian (research gap) dari kajian penelitian terdahulu. Pemateri mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus dibarengi kemampuan memverifikasi sumber, menganalisis informasi, dan bersikap kritis dalam mengambil keputusan penelitian.

Pada sesi praktik, peserta menyusun matriks keselarasan penelitian yang memuat rumusan masalah, pendekatan dan desain, subjek atau sumber data, variabel atau fokus penelitian, instrumen, teknik analisis, serta kesimpulan yang mungkin dihasilkan. Setelah itu, peserta mengaudit rancangan masing-masing dan saling memberi umpan balik untuk mengetahui bagian yang sudah tepat dan yang masih perlu diperbaiki.

Kegiatan ini turut membahas teknik menulis metodologi dalam artikel jurnal dan Bab III skripsi. Peserta diarahkan tidak berhenti pada penjelasan metode yang dipakai, tetapi juga menguraikan alasan di balik setiap keputusan metodologis.

Sebagai tindak lanjut, setiap peserta diminta menetapkan satu target konkret yang dapat diselesaikan dalam 48 jam setelah kegiatan, agar materi segera diterapkan pada rancangan penelitian masing-masing.

Melalui pertemuan kedua ini, peserta diharapkan mampu merancang metodologi penelitian secara terarah, sistematis, dan ilmiah, sehingga ide penelitian tidak berhenti pada judul, tetapi berkembang menjadi rancangan yang berlandaskan metodologi dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)
_________
*) Pewarta: Diva Febri Nurafifa, Anggota DEMA FTIK UIN Malang.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan