![]() |
| (Doc. Istimewa) Bobibos, bahan bakar buatan anak bangsa dari jerami, resmi diluncurkan. |
Founder Bobibos M. Ikhlas Thamrin menjelaskan, lahirnya Bobibos merupakan hasil riset panjang selama satu dekade. Menurutnya, produk ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada energi impor.
“Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan. Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujar Ikhlas dalam siaran pers yang diterima, Rabu (12/11).
Ikhlas mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan nilai RON Bobibos mendekati 98, dengan performa yang diklaim mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar konvensional.
Bahan bakar ini dibuat dari jerami sebagai bahan baku utama. Ia menjelaskan, jerami dari satu hektare sawah dapat menghasilkan hingga 3.000 liter Bobibos, yang bisa digunakan untuk kendaraan berbahan bakar bensin maupun mesin diesel.
“Pemanfaatan jerami tidak mengganggu produksi beras, justru memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani. Bobibos bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kami ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku masih akan mempelajari lebih lanjut terkait produk Bobibos tersebut.
“Kami pelajari dulu,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (11/11).
Peluncuran Bobibos menandai langkah baru inovasi energi terbarukan di Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional dan upaya pemerintah menekan emisi karbon. Produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar ramah lingkungan hasil karya anak bangsa yang siap bersaing di pasar global. (Red)
