zmedia

Ekonomi Bangkit dari Revolusi Pola Pikir

Ahmad Rizal M.E
HARIANCENDEKIA, OPINI - Dalam konteks dinamika global yang terus mengalami perubahan, kebangkitan ekonomi Indonesia tidak dapat hanya bergantung pada instrumen fiskal atau regulasi kebijakan. Upaya pemulihan dan penguatan ekonomi memerlukan transformasi pola pikir sebagai fondasi utama. Transformasi tersebut meliputi perubahan paradigma dari ketergantungan menuju kemandirian, dari orientasi konsumtif menuju produktif, serta dari kenyamanan statis menuju inovasi yang berkelanjutan.

Selama ini, berbagai permasalahan ekonomi sering dipersepsikan semata-mata sebagai persoalan struktural. Padahal, keberhasilan reformasi struktural sangat ditentukan oleh kesiapan mentalitas pelaku ekonomi. Revolusi pola pikir mengimplikasikan internalisasi keyakinan bahwa keberhasilan ekonomi bukan hanya bergantung pada besaran modal, tetapi pada kemauan untuk belajar, bekerja secara konsisten, serta beradaptasi dengan perubahan. Ketika masyarakat memiliki pola pikir progresif, modal dan peluang yang terbatas sekalipun dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.

Pola pikir inovatif juga berperan sebagai faktor determinan dalam pembentukan daya saing nasional. Pada era ekonomi digital, kreativitas menjadi sumber daya strategis yang bernilai tinggi. Generasi muda perlu didorong tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang solusi berbasis inovasi. Kehadiran ekosistem yang mendukung eksperimen, keberanian mengambil risiko, serta kolaborasi antar-sektor merupakan prasyarat penting bagi terciptanya inovasi yang memberikan nilai tambah ekonomi.

Selain itu, transformasi pola pikir harus terintegrasi ke dalam sistem pendidikan dan budaya kerja. Dunia usaha menuntut sumber daya manusia yang disiplin, adaptif, terampil, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Integritas, profesionalisme, dan etos kerja tinggi menjadi bagian dari revolusi mental yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas ekonomi. Tanpa kualitas tersebut, berbagai program pembangunan ekonomi berisiko hanya menjadi wacana tanpa realisasi yang signifikan.

Dengan demikian, kebangkitan ekonomi nasional tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata, melainkan sebagai gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Ketika masyarakat mampu membangun visi yang lebih maju, pola pikir yang adaptif, serta etos kerja yang kuat, Indonesia berpotensi tidak hanya pulih, tetapi turut bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat global. Revolusi pola pikir menjadi langkah awal sekaligus faktor penentu menuju pembangunan ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (*)

*) Penulis: Ahmad Rizal, M. E.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
ADVERTISEMENT Seedbacklink