![]() |
| (Doc. Istimewa) Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan saat meresmikan alih status IAIN menjadi UIN Madura di Pamekasan, Sabtu (29/11). |
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa UIN Madura harus menjadi pusat intelektual sekaligus rujukan budaya yang berakar pada tradisi lokal. Ia menilai kampus keagamaan Islam memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga identitas kebudayaan.
“UIN Madura harus menjadi lumbung intelektual dan rumah besar kebudayaan. Kampus ini harus merawat warisan leluhur dan identitas kebudayaan Madura,” ujarnya, dikutip dari Kemenag RI.
Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dalam peresmian tersebut. Ia menjelaskan bahwa transformasi institusi ini dibangun di atas landasan filosofis Tanean Lanjhang Ilmu, yakni konsep pengembangan keilmuan Islam yang menyatu dengan budaya lokal.
Transformasi ini diharapkan memperkuat peran UIN Madura sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang mampu merespons kebutuhan zaman tanpa melepaskan akar budaya Madura, yang selama ini menjadi identitas penting masyarakat setempat. (Red)
