zmedia

Bedah Buku Pengembangan Karakter Anak Bangsa Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini

(Doc. Pewarta) Suasana kegiatan Bedah Buku Pengembangan Karakter Anak Bangsa di Surabaya yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara sejak dini.
HARIANCENDEKIA, SURABAYA - Upaya penguatan karakter anak bangsa melalui pemahaman wawasan kebangsaan dan bela negara terus digaungkan oleh berbagai pihak. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku Pengembangan Karakter Anak Bangsa: Tes Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Jos Gandoss Resto, Jemursari, Surabaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Bela Negara Nasional yang diperingati setiap tanggal 19 Desember.

Kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian yang disusun oleh Prof. Dr. Pribadiyono, Ir., MS dari Quantum HRM Internasional bersama Prof. Dr. Hary Soegiri, MBA., M.Si dari LSP MSDM Universal. Buku yang dibedah mengangkat tema strategis terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Bela Negara (TBN) sebagai instrumen penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Gerakan Bela Negara, yang diwakili oleh Ir. Chairul Djaelani, MT, yang diketahui merupakan Ketua Gerakan Bela Negara Provinsi Jawa Timur. Kehadiran perwakilan Gerakan Bela Negara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat nilai-nilai nasionalisme, khususnya melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Dalam pemaparannya, Ir. Chairul Djaelani, MT menekankan bahwa Bela Negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan fisik, melainkan juga sebagai sikap, perilaku, dan nilai luhur yang harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, pelatihan Bela Negara tidak hanya terbatas pada anak-anak, namun pelatihan sejak dini juga menjadi sarana pemahaman dan pengalaman bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, agar nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam secara menyeluruh.

“Bela Negara dapat diterapkan kepada anak dan usia dini melalui hal-hal sederhana, seperti disiplin, menghargai perbedaan, cinta produk dalam negeri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hary Soegiri, MBA., M.Si menyampaikan bahwa hasil penelitian yang tertuang dalam buku tersebut menunjukkan tingkat pemahaman dan kapasitas wawasan kebangsaan serta bela negara di berbagai kelompok masih berada di bawah standar yang diharapkan. Penilaian ini diperoleh melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Bela Negara (TBN) untuk Golongan I, dengan hasil sebagai berikut:
  1. Capacity Building Aparatur Sipil Negara (ASN) masih berada di bawah standar, dengan capaian 65,00%.
  2. Capacity Building Dosen juga masih di bawah standar, dengan capaian 76,30%.
  3. Capacity Building Masyarakat Umum menunjukkan hasil 82,08%, yang meskipun relatif lebih tinggi, tetap belum mencapai standar ideal.
Menurut Prof. Hary, temuan tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat umum, untuk lebih serius dan konsisten dalam memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta semangat Bela Negara secara berkelanjutan.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis sekaligus bahan refleksi bersama bahwa pengembangan karakter anak bangsa tidak dapat ditunda. Diperlukan sinergi antara dunia pendidikan, dunia kerja, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas wawasan kebangsaan generasi Indonesia,” tegasnya.

Kegiatan bedah buku ini berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Sekitar 60 orang peserta hadir dalam kegiatan ini dengan berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, praktisi sumber daya manusia, Aparatur Sipil Negara (ASN), pendidik, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap hasil penelitian dan gagasan yang tertuang dalam buku Pengembangan Karakter Anak Bangsa dapat menjadi kontribusi nyata dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat Bela Negara yang kuat sejak dini hingga ke seluruh lapisan masyarakat. (*)
__________
*) Pewarta: Moh. Naufan.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
ADVERTISEMENTseedbacklink