zmedia

Merajut Solidaritas Lintas Organisasi: PMII dan IMM Bersatu Buka Uluran Tangan untuk Korban Bencana

(Doc. Pewarta) Mahasiswa PMII dan IMM bersatu di Jalan Ijen Malang, menggalang dana untuk korban bencana Sumatra dan Aceh.
HARIANCENDEKIA, MALANG - Di tengah hiruk pikuk Kota Malang, sebuah pemandangan inspiratif tersaji di sepanjang jalan raya Idjen Kota Malang. Pada hari Minggu yang cerah, dua organisasi mahasiswa besar yang secara kultural kerap dipandang berbeda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Cakrawala yang dinahkodai oleh Indri Saputri dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Cardiovascular oleh Nasya Evril Riezak, bersatu padu dalam sebuah aksi kemanusiaan bertajuk #Berdampak bersama.

Aksi turun ke jalan ini bertujuan membuka pintu uluran tangan masyarakat Kota Malang untuk bersama-sama peduli terhadap korban bencana alam yang melanda Sumatra dan Aceh dalam benerapa waktu lalu. Dengan tajuk #Berdampak bersama tersebut, mahasiswa-mahasiswa dari dua basis ideologi yang berbeda ini membuktikan bahwa dalam urusan kemanusiaan, tidak ada batasan mutlak yang dapat menghambat rasa peduli terhadap sesama yang membutuhkan. Mereka berdiri bersama bahu-membahu, mengabaikan sekat-sekat kultural, demi menyuarakan solidaritas bagi saudara sebangsa.

Keunikan aksi ini diperkuat dengan dukungan dari berbagai lembaga kredibel, termasuk Lazismu, Phisiotherapy Study Club, Laprima Fisiotherapy, dan Society Phisiotheraphy. dengan olaborasi ini sehingga tidak hanya memperluas jangkauan donasi tetapi juga menjadi sebuah penegasan bahwa kekuatan mahasiswa terletak pada sinergi lintas sektor.

Oleh karena itu Organisasi mahasiswa bukan sekadar panggung untuk agenda-agenda miskin aksi. Sejatinya, organisasi ini adalah tempat memupuk kecerdasan secara utuh, cerdas secara intelektual, cerdas secara spiritual, dan cerdas secara sosial. Disamping itu aksi kolaboratif tersebut dapat mejadi sebuah manifestasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam poin Pengabdian kepada Masyarakat, yang dijalankan dengan cerdas, spiritual, dan penuh tanggung jawab sosial.

Aksi PMII dan IMM ini telah mencatatkan tinta emas di lembar sejarah gerakan mahasiswa di Kota Malang. Dalam kurun waktu yang tebilang cukup singkat, mereka berhasil mengumpulkan donasi yang signifikan mulai dari uang, obat-obatan, sembako, dan pakaian, yang seluruhnya akan disalurkan melalui lembaga terpercaya untuk meringankan beban korban terdampak bencan di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Lebih dari sekadar donasi, kolaborasi ini adalah pesan moral yang kuat: bahwa perbedaan latar belakang dan pandangan tidak boleh menghalangi tercapainya tujuan mulia. PMII dan IMM telah menjadi contoh kecil namun berdampak besar bahwa mahasiswa adalah motor penggerak solidaritas bangsa, jauh dari citra persaingan, menuju semangat persatuan demi kemanusiaan. (*)
__________
*) Penulis: Ardityya Hoswinandar, Aktivis PMII UMM
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.

ADVERTISEMENTseedbacklink