![]() |
| (Doc. Hariancendekia) Hayat Abdurrahman, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi PBSI Unisma. |
Puisi karya Hayat berjudul “Lautan Informasi di Ujung Waktu” mengangkat isu kecanggihan teknologi masa kini dengan kritik terhadap kondisi informasi yang berlebihan. Dalam puisinya, Hayat menggambarkan generasi muda yang mengalami kesulitan membaca arah dan makna di tengah melimpahnya arus informasi.
Puisi tersebut menekankan pentingnya keseimbangan dalam memanfaatkan teknologi untuk pemberdayaan sosial, agar kemajuan teknologi tidak justru membingungkan dan mengalihkan perhatian masyarakat dari substansi yang esensial.
Hayat mengungkapkan bahwa puisinya merupakan refleksi pribadi terhadap kondisi saat ini.
“Puisi ini saya buat sebagai bentuk refleksi pribadi terhadap kondisi saat ini. Di tengah kecanggihan teknologi, kita justru terjebak dalam banjir informasi yang tidak selalu bermanfaat. Saya berharap puisi ini bisa mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tetap mempertahankan pemahaman yang jelas dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Keberhasilan meraih Juara 1 tersebut menunjukkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, karya sastra tetap memiliki peran strategis dalam menyampaikan kritik sosial dan menyuarakan isu-isu penting di masyarakat. [rin/roz]
