![]() |
| (Doc. Setwapres. RI) Pengurus KOPRI PB PMII menyerahkan Cenderamata kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat audiensi di Jakarta. |
Audiensi tersebut menyoroti kontribusi kader KOPRI dalam agenda nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pengembangan kompetensi perempuan muda di bidang teknologi, sains, dan inovasi. Pertemuan ini juga menjadi ruang dialog terkait peran strategis organisasi perempuan berbasis kampus dalam pembangunan nasional.
Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari, menyampaikan bahwa Wakil Presiden memberikan sejumlah arahan langsung terkait optimalisasi peran KOPRI sebagai organisasi perempuan muda dengan jaringan nasional yang luas.
“KOPRI hari ini memiliki kader yang tersebar di 1.670 kampus di seluruh Indonesia, yang seluruhnya merupakan mahasiswa putri. Ini menjadi potensi besar untuk berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan nasional,” kata Wulan.
Dalam kesempatan tersebut, KOPRI PB PMII juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG. Menurut Wulan, program ini melibatkan banyak perempuan, khususnya dalam pengelolaan dapur layanan MBG, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih inklusif dan afirmatif terhadap perempuan.
Sebagai bentuk kontribusi intelektual, KOPRI PB PMII turut menyerahkan Jurnal KOPRI kepada Wakil Presiden. Jurnal tersebut memuat kumpulan karya tulis ilmiah kader KOPRI yang membahas Program MBG dari berbagai perspektif, mulai dari pengembangan aplikasi, sistem pengawasan, hingga hasil riset lapangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Jurnal ini merupakan kontribusi intelektual kader KOPRI untuk mendukung sekaligus mengawal program pemerintah secara berbasis riset dan data,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wulan mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Gibran mendorong KOPRI untuk tampil sebagai garda terdepan organisasi perempuan muda dalam pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, pemrograman, dan keilmuan STEM.
Arahan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi yang lebih sinergis antara KOPRI PB PMII dan Wakil Presiden, salah satunya melalui rencana kehadiran Gibran dalam agenda besar KOPRI pada Februari 2026 yang melibatkan santri dan mahasiswa se-Jabodetabek.
Di bidang advokasi keperempuanan, Wakil Presiden juga mengafirmasi gerakan KOPRI dalam pencegahan kekerasan seksual di kampus dan masyarakat. Selain itu, pemerintah menyatakan kesiapan untuk melibatkan KOPRI dalam program pencegahan stunting bagi perempuan dan anak.
“Harapan beliau, KOPRI sebagai organisasi perempuan muda mampu melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat, terampil, dan memiliki wawasan yang luas,” pungkas Wulan. [ryn/roz]
