![]() |
| (Doc. Amrozi/Hariancendekia) Foto bersama panitia KPU-M UIBU |
Pemira kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 01 Amrozi–Maridanto, yang berhadapan dengan kolom kosong sebagai pasangan nomor urut 02. Meski demikian, partisipasi mahasiswa tetap terjaga sebagai wujud komitmen dalam menjaga proses demokrasi di lingkungan kampus.
Usai pemungutan suara yang ditutup pada pukul 13.00 WIB, KPU-M langsung melaksanakan penghitungan suara secara terbuka. Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Amrozi–Maridanto memperoleh 91,1 persen suara sah. Sementara itu, kolom kosong meraih 4,3 persen suara, dan sebanyak 4,6 persen surat suara dinyatakan tidak sah.
Ketua Umum KPU-M UIBU, Alintang Wahyuni, menyatakan bahwa Pemira tahun ini merupakan penyelenggaraan perdana KPU-M, namun tetap dilaksanakan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
“KPUM kali ini merupakan KPU-M perdana. Namun, hal tersebut tidak menurunkan semangat dan integritas kami. Banyak dinamika yang telah kami hadapi, tetapi hingga hari ini kami tetap menjaga citra demokratis serta mengawal penuh Pemira ini agar berjalan sesuai asas Luber Jurdil,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang turut menggunakan hak pilihnya mengapresiasi kinerja penyelenggara Pemira.
“Sebagai mahasiswa, saya menilai proses Pemira hari ini sangat akuntabel. Meskipun pilihannya terbatas, mekanisme pemilihan tetap berjalan demokratis dan kerahasiaan pemilih benar-benar terjamin. Saya berharap pemimpin terpilih mampu mengemban amanah dari 91,1 persen suara dengan program-program yang progresif,” katanya.
Dengan hasil tersebut, pasangan Amrozi–Maridanto resmi memperoleh legitimasi mayoritas suara mahasiswa. Adanya suara tidak sah serta pilihan pada kolom kosong dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi kampus yang sehat, di mana setiap suara tetap dihormati secara konstitusional.
Keberhasilan KPU-M UIBU dalam menyelenggarakan Pemira secara damai dan demokratis diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi pelaksanaan demokrasi kampus ke depan, sekaligus menjadi pijakan awal bagi kepemimpinan mahasiswa terpilih dalam menyusun program strategis bagi kemajuan Universitas Insan Budi Utomo Malang. [roz/rin]
