![]() |
| (Doc. Istimewa) Nesya Tasya Margareta, mahasiswi PBI FKIP Unisma asal Jombang, sukses menyelesaikan studi sarjana dalam waktu 3,5 tahun. |
Mahasiswi asal Jombang ini mengaku telah menargetkan kelulusan lebih cepat sejak awal memasuki bangku kuliah. Motivasi tersebut muncul dari keinginan pribadi untuk membanggakan orang tua dan keluarga melalui capaian akademik yang optimal.
“Aku ingin membuat diriku sendiri, orang tua, dan keluargaku bangga dengan pencapaianku. Bisa kuliah sambil kerja dan lulus dalam 3,5 tahun itu jadi target sejak awal,” ujar Nesya saat diwawancarai.
Nesya menyebut, perencanaan kelulusan cepat telah ia tanamkan sejak semester pertama. Target tersebut bukan paksaan dari pihak mana pun, melainkan keinginan pribadi yang kemudian mendapat dukungan penuh dari keluarga dan dosen pembimbing.
“Ini benar-benar murni keinginanku sendiri, tapi aku juga sangat didukung oleh keluarga dan dosen pembimbing,” katanya.
Dalam kesehariannya, Nesya harus membagi waktu secara ketat antara kuliah dan pekerjaan. Pagi hingga siang ia gunakan untuk mengikuti perkuliahan, sementara sore hingga malam dihabiskan untuk bekerja. Setelah pulang kerja, ia tetap meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas akademik.
“Ngatur waktunya memang sulit karena aku sambil kerja. Pagi kuliah, sore sampai malam kerja, lalu malamnya ngerjain tugas. Kadang tugas juga aku kerjakan di tempat kerja,” tuturnya.
Persiapan skripsi baru mulai ia lakukan pada semester tujuh. Nesya mengangkat judul penelitian Factors Influencing Speaking Anxiety Among First-Year English Education Students. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah mencari partisipan penelitian yang bersedia terlibat secara aktif.
“Tantangan terbesarku itu mencari partisipan yang mau membantu penelitian,” ungkapnya.
Dalam proses percepatan kelulusan tersebut, Nesya menilai peran dosen pembimbing sangat krusial. Ia menyebut dosen pembimbingnya, Kurniasih, sebagai sosok yang konsisten memberikan dukungan dan motivasi.
“Dosen pembimbingku, Ma’am Kurniasih, sangat membantu dan selalu menyemangati. Saat aku pesimis, beliau memberi solusi supaya aku bisa tetap lulus cepat,” ucap Nesya.
Ia juga menilai sistem akademik di Program Studi PBI Unisma cukup mendukung mahasiswa untuk lulus tepat waktu maupun lebih cepat, meski masih ada kendala teknis di lapangan.
“Secara keseluruhan sistem akademik PBI sudah bagus dan mendukung mahasiswa lulus cepat. Dosen-dosennya juga sering memberi semangat,” katanya.
Menutup wawancara, Nesya berpesan kepada mahasiswa PBI Unisma agar tidak menunda pengerjaan skripsi dan tetap konsisten dalam berproses.
“Jangan pernah malas mengerjakan skripsi meskipun sulit. Jangan mengulur waktu. Yang menang itu bukan orang paling pintar, tapi orang yang rajin dan bersungguh-sungguh,” pungkasnya. [rin/roz]
