zmedia

Menyalakan Api Pergerakan: Refleksi Harlah dan Ikhtiar Regenerasi PMII UMM

(Doc. Istimewa) Pelantikan pengurus baru PMII UMM
Malang, Hariancendekia.com - Pelantikan pengurus baru dan perayaan Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah gerakan organisasi, Jumat (15/5/2026). Mengusung tema “Bakti, Mengabdi, Beraksi: Menyalakan Api Pergerakan”, kegiatan tersebut menekankan pentingnya regenerasi kader, pengabdian, serta penguatan nilai intelektualitas dan spiritualitas di lingkungan kampus.

Momentum pelantikan kali ini dinilai tidak sekadar seremoni tahunan organisasi mahasiswa. PMII UMM menegaskan bahwa proses regenerasi harus dimaknai sebagai tanggung jawab ideologis kader dalam menjaga keberlanjutan gerakan di tengah dinamika zaman.

Ketua Komisariat PMII Muhammadiyah Malang, Farhan, mengatakan kader PMII harus mampu terus bertahan dan berkembang meski berada dalam lingkungan yang penuh tantangan.

“Kader PMII harus senantiasa terus beregenerasi sebagai insan penggerak, sekalipun berada di tengah lingkungan yang berbeda,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Menurut dia, lingkungan kampus yang heterogen justru menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk memperkuat kapasitas diri dan organisasi. Beragam tantangan, mulai dari benturan ide hingga resistensi lingkungan, dinilai sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan.

Ia menilai kader PMII tidak boleh terjebak dalam zona nyaman maupun orientasi politik organisasi semata. Sebaliknya, setiap proses dalam organisasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian dan khidmah.

“Perbedaan lingkungan dan tantangan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk surut melangkah,” katanya.

Farhan menambahkan, setiap aktivitas organisasi, mulai dari rapat, proses kaderisasi, hingga advokasi mahasiswa, perlu dijalankan dengan kesadaran pengabdian agar memberikan dampak jangka panjang.

“Ketika organisasi diletakkan sebagai ruang mencari berkah, maka lelah akan berbuah lillah, dan dampaknya akan tetap terasa jauh setelah masa jabatan berakhir,” ucapnya.

Dalam momentum tersebut, PMII UMM juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan organisasi. Nilai-nilai intelektualitas dan spiritualitas disebut harus tetap menjadi fondasi gerakan kader di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

Pesan itu sejalan dengan kutipan filsuf Prancis, Jean Jaurès, yang menyebut bahwa tradisi bukan sekadar menjaga abu masa lalu, melainkan menjaga api perjuangan agar tetap menyala.

(adv/red)
-Advertisement-iklan
-Advertisement-iklan