![]() |
| (Doc. Istimewa) Hendra Prayogi Ketua DPD GMNI Jawa Timur |
Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Pasuruan, Tobroni, menilai bahwa ketidakjelasan jadwal Konferda berpotensi menghambat proses regenerasi dan mengganggu stabilitas organisasi di tingkat daerah. Menurutnya, kepastian agenda kaderisasi dan sirkulasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga marwah organisasi dan memastikan keberlanjutan gerakan.
“Kami melihat adanya stagnansi organisasi akibat masa transisi yang terlalu panjang. Periode kepengurusan telah melewati batas waktu yang semestinya sebagaimana amanat konstitusi organisasi. Karena itu, DPD GMNI Jawa Timur harus segera mengambil langkah konkret untuk menggelar Konferda,” ujar Tobroni saat ditemui di sekretariat DPC GMNI Pasuruan.
Ia juga menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu basis kaderisasi terbesar GMNI secara nasional. Oleh sebab itu, keterlambatan regenerasi di tingkat daerah dikhawatirkan akan berdampak pada melemahnya koordinasi antar cabang, khususnya dalam merespons berbagai persoalan kerakyatan dan isu sosial-politik yang berkembang di daerah.
“Regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi mekanisme penting dalam menjaga keberlanjutan ideologi, militansi kader, dan legitimasi organisasi. Dalam perspektif teori sirkulasi elite politik yang dikemukakan Vilfredo Pareto, pergantian kepemimpinan merupakan keniscayaan agar organisasi tidak mengalami stagnasi maupun krisis legitimasi internal. Karena itu, jangan sampai alasan administratif ataupun teknis justru menghambat estafet organisasi yang sehat dan konstitusional,” tambah Tobroni.
Lebih lanjut, DPC GMNI Pasuruan berharap agar DPD GMNI Jawa Timur segera melakukan konsolidasi bersama seluruh DPC se-Jawa Timur guna menentukan waktu dan lokasi pelaksanaan Konferda. Menurut Tobroni, keterbukaan informasi dan keseriusan dalam menyelesaikan agenda organisasi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan kader di tingkat cabang.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Pasuruan, Dandy, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan Konferda, termasuk apabila dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kami menuntut adanya keterbukaan informasi mengenai kendala yang terjadi dan meminta agenda ini dijadikan prioritas utama dalam waktu dekat. Estafet kepemimpinan tidak boleh berhenti hanya karena penundaan yang tidak perlu. Bahkan, DPC GMNI Pasuruan siap apabila diberikan amanah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferda sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga keberlangsungan organisasi,” tegasnya
(roz/red)
