zmedia

KSM-E BEM FKIP Unisma Dorong Percaya Diri Siswa Lewat Workshop Public Speaking di MA Al Maarif Singosari

(Doc. Hariancendekia.com) Peserta dan panitia Workshop Public Speaking BEM FKIP Unisma berfoto bersama di MA Al-Maarif Singosari, Rabu (28/1/2025).
HARIANCENDEKIA, MALANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang menggelar Workshop Public Speaking dan Master of Ceremony (MC) di MA Al-Maarif Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (28/1/2025), sebagai bagian dari program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) untuk meningkatkan kepercayaan diri pelajar dalam berbicara di depan umum.

Kegiatan bertema “Speak Up, Stand Up, Siap Tampil dan Berkarya” ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai konsep, pentingnya, serta teknik public speaking kepada para siswa agar mampu tampil percaya diri dan komunikatif di berbagai forum.

Kepala MA Al-Maarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki pelajar, termasuk mereka yang aktif dalam organisasi.

“Public speaking itu sangat penting, bukan hanya soal tampil atau kemampuan tertentu, tetapi tentang bagaimana menyampaikan pesan secara efektif kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga manfaat utama dari penguasaan public speaking. Pertama, meningkatkan rasa percaya diri. Menurutnya, kebiasaan berbicara di depan umum dapat melatih keberanian dan mengurangi kecemasan atau gejala psikosomatis yang kerap muncul saat seseorang harus tampil di hadapan banyak orang.

Kedua, melatih kemampuan komunikasi. Khoirul Anam menilai, public speaking mengajarkan cara menyampaikan pesan secara jelas dan terstruktur, sehingga mudah dipahami audiens. Ia mencontohkan gaya komunikasi pejabat di masa lalu yang dinilai kurang efektif karena minim penguasaan teknik berbicara.

Ketiga, meningkatkan daya pikir kritis. “Public speaking melatih kita untuk berpikir cepat dan adaptif, misalnya saat membaca situasi audiens, merespons reaksi, atau menghadapi gangguan yang muncul ketika berbicara,” tutupnya.

Melalui kegiatan KSM-E ini, BEM FKIP Unisma berharap para siswa MA Al-Maarif Singosari tidak hanya memahami teori public speaking, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan akademik maupun organisasi, sehingga siap tampil dan berkarya di ruang publik. (*)
__________
*) Pewarta: Tim KSM-E BEM FKIP Unisma
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
ADVERTISEMENTseedbacklink